Ketinggian air di danau air tawar terbesar kedua China terus menurun

Foto yang diabadikan pada 9 Juli 2023 ini memperlihatkan cagar alam Danau Dongting timur di Provinsi Hunan, China tengah. (Xinhua/Jin Liwang)
Danau air tawar terbesar kedua China, Dongting, yang terletak di Provinsi Hunan, China tengah, terus mengalami penurunan muka air pada Juli akibat curah hujan yang rendah.
Changsha, China (Xinhua) – Ketinggian air di danau air tawar terbesar kedua China, Dongting, yang terletak di Provinsi Hunan, China tengah, terus mengalami penurunan pada Juli akibat curah hujan yang rendah, demikian disampaikan oleh otoritas setempat pada Selasa (1/8).Pada Senin (31/7) pukul 08.00 waktu setempat, ketinggian air di stasiun hidrologi Chenglingji yang ada di danau tersebut tercatat di angka 24,43 meter, atau 1,59 meter lebih rendah dibanding level yang tercatat pada 1 Juli, dan 6,12 meter lebih rendah dibandingkan rata-rata ketinggian air pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.Hingga Senin pukul 08.00 waktu setempat, akumulasi curah hujan di Provinsi Hunan tercatat di angka 870,3 mm, 13,7 persen lebih rendah dari rata-rata untuk periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya, kata departemen sumber daya air provinsi itu. Penurunan curah hujan ini secara langsung menyebabkan penurunan debit air yang mengalir ke Danau Dongting.Menurut perkiraan departemen hidrologi setempat, curah hujan di Provinsi Hunan akan lebih rendah pada Agustus jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya, dan kekeringan hidrologis akan terjadi di beberapa daerah akibat suhu tinggi dan rendahnya curah hujan. Sungai-sungai besar akan mempertahankan ketinggian air di level sedang dan rendah, sementara aliran masuk (inflow) Danau Dongting akan terus berada di level rendah.Pada 2022, Hunan mengalami kekeringan terburuk sejak pencatatan di bidang meteorologi dimulai pada 1961. Beberapa daerah mengalami kekeringan berkepanjangan selama musim panas, musim gugur, dan musim dingin, yang berarti musim kemarau di danau tersebut berlangsung selama 305 hari dan baru berakhir pada awal Juni.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Peneliti temukan ‘few-layer graphene’ alami dalam sampel tanah Bulan yang dibawa Chang'e-5
Indonesia
•
26 Jun 2024

Studi: Suhu Kutub Utara naik 4 kali lebih cepat daripada pemanasan global
Indonesia
•
21 Jul 2022

Fokus Berita – Perkembangan pesat sektor energi baru China dorong transisi hijau global
Indonesia
•
20 May 2024

Sarkofagus era Romawi kedua ditemukan di situs permakaman di Gaza
Indonesia
•
17 Jul 2023
Berita Terbaru

Studi sebut perubahan iklim picu lonjakan infeksi serius di wilayah terdampak banjir
Indonesia
•
09 Feb 2026

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026

Satelit BeiDou sediakan layanan komunikasi darurat tanpa cakupan seluler
Indonesia
•
07 Feb 2026

24.000 kematian di AS terkait dengan polusi asap karhutla
Indonesia
•
07 Feb 2026
