Peneliti temukan ‘few-layer graphene’ alami dalam sampel tanah Bulan yang dibawa Chang'e-5

Seorang peneliti dari Institut Geologi dan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) menganalisis sampel Bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang'e-5 China di Beijing, ibu kota China, pada 14 Oktober 2022. (Xinhua/Institut Geologi dan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan China)
Material few-layer graphene (FLG) alami ditemukan di dalam sampel tanah Bulan, menawarkan wawasan baru tentang aktivitas geologi dan sejarah evolusi Bulan, serta karakteristik lingkungannya.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China untuk pertama kalinya menemukan material few-layer graphene (FLG) alami di dalam sampel tanah Bulan yang dibawa pulang oleh misi Chang'e-5 setelah melakukan pengamatan dan analisis terhadap sampel tersebut.Studi yang dilakukan bersama oleh para peneliti dari Universitas Jilin, Institut Penelitian Logam di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), laboratorium eksplorasi luar angkasa jauh (deep space) China, dan Pusat Program Antariksa dan Eksplorasi Bulan di Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) ini telah dipublikasikan dalam jurnal National Science Review.Signifikansi peran grafena (graphene) terus meningkat di berbagai bidang, termasuk ilmu planet dan antariksa. Diperkirakan bahwa grafena mencakup sekitar 1,9 persen dari total karbon antarbintang. Oleh karena itu, komposisi dan karakteristik struktur grafena alami dapat memberikan informasi yang kaya tentang evolusi geologis dari benda-benda induknya.Para peneliti menggunakan mikroskop pemindai elektron (Scanning Electron Microscope) dan teknik Raman yang korelatif untuk mengumpulkan spektrum Raman di beberapa titik dengan kandungan karbon yang relatif tinggi pada sampel tanah Bulan, yang mengonfirmasi bahwa kualitas kristal karbon grafit pada sampel tersebut relatif tinggi.Mereka juga mengeksplorasi dan mengonfirmasi bahwa karbon grafit yang terdeteksi dalam sampel tersebut merupakan FLG. Kesimpulan ini dicapai melalui penerapan komprehensif berbagai teknik identifikasi karakteristik, seperti mikroskop pemindai elektron, serta analisis komparatif yang cermat terhadap hasil pengujian dari berbagai perspektif.Studi ini menawarkan wawasan baru tentang aktivitas geologi dan sejarah evolusi Bulan, serta karakteristik lingkungannya. Penelitian ini juga memperluas pemahaman tentang komposisi mineral yang kompleks dari tanah Bulan, serta memberikan informasi dan petunjuk penting untuk pemanfaatan sumber daya Bulan in-situ.Selain itu, para peneliti juga mengemukakan bahwa pembentukan FLG dan karbon grafit kemungkinan berasal dari proses katalisis mineral yang diinduksi secara bersamaan oleh angin matahari dan erupsi gunung berapi purba di Bulan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan ungkap hominin Asia Timur kuasai teknologi perkakas batu sejak 1,1 juta tahun silam
Indonesia
•
08 Mar 2024

Ilmuwan Rusia temukan bakteri pencerna bioplastik di zona permafrost
Indonesia
•
06 Oct 2020

Pesawat amfibi AG600 buatan China tuntaskan uji verifikasi awal kemampuan penyelamatan di air
Indonesia
•
08 May 2024

Studi: Panas ekstrem diperkirakan tingkatkan kematian akibat kardiovaskular di AS
Indonesia
•
31 Oct 2023
Berita Terbaru

Kesendirian berlebihan bisa picu gangguan kecemasan
Indonesia
•
04 Feb 2026

Studi ungkap Jupiter ternyata lebih kecil dan lebih pipih dari perkiraan sebelumnya
Indonesia
•
03 Feb 2026

Pankreas buatan bantu pengidap diabetes akhiri injeksi insulin harian
Indonesia
•
03 Feb 2026

Vaksin personalisasi pertama di dunia untuk kanker otak anak yang mematikan dalam tahap uji klinis
Indonesia
•
03 Feb 2026
