
Unggas air habiskan musim dingin di danau air asin terbesar di China meningkat

Foto yang diabadikan pada 2 Juni 2020 ini memperlihatkan angsa kepala bergaris (Anser indicus) di lahan basah Pulau Burung di Danau Qinghai di Provinsi Qinghai, China barat laut. Danau Qinghai adalah perairan yang penting dalam menjaga keamanan ekologi di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet timur laut. (Xinhua/Xing Zhi)
Danau air asin terbesar di China, Danau Qinghai, merupakan titik transit utama bagi burung-burung yang bermigrasi dari Asia Tengah ke India dan Asia Timur ke Australia, serta berfungsi sebagai rumah musim dingin yang penting bagi burung air di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.
Xining, China (Xinhua) – Jumlah unggas air yang menghabiskan musim dingin di Danau Qinghai, danau air asin pedalaman terbesar di China, meningkat 3,5 kali lipat menjadi lebih dari 11.100 ekor secara tahunan (year on year/yoy) selama musim dingin ini, menurut administrasi cagar alam nasional danau tersebut.Data pemantauan itu dikumpulkan selama patroli musim dingin administrasi tersebut.Data itu menunjukkan bahwa jumlah angsa whooper (Cygnus cygnus) yang berada di bawah perlindungan nasional kelas dua mencapai lebih dari 600 ekor pada musim dingin ini, meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan jumlah ruddy shelduck atau bebek Brahminy (Tadorna ferruginea) bertambah 3,9 kali lipat menjadi lebih dari 10.500 ekor.Sementara itu, tim pemantau juga menemukan peningkatan jumlah ruddy shelduck yang bermukim di Danau Qinghai karena lingkungan habitat yang lebih baik dan makanan yang melimpah."Alasan penting dari peningkatan unggas air yang menghabiskan musim dingin adalah karena semakin banyak ruddy shelduck yang bermigrasi pada musim panas tinggal di danau ini," kata Sun Jianqing dari administrasi tersebut.Sun telah berpartisipasi dalam patroli dan pemantauan danau itu sejak 2007. "Melalui pemantauan selama bertahun-tahun, saya mendapati bahwa jumlah satwa liar dan spesies hewan kian meningkat, dan habitatnya terus membaik. Meningkatnya jumlah burung air juga menunjukkan bahwa fungsi lahan basah di cekungan Danau Qinghai membaik."Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah melakukan upaya untuk membangun sistem pemantauan yang mencakup seluruh danau, memperkuat perlindungan ekologis, serta meningkatkan kesadaran ekologis dan lingkungan para petani dan penggembala setempat.Terletak di Provinsi Qinghai, China barat laut, danau ini merupakan titik transit utama bagi burung-burung yang bermigrasi dari Asia Tengah ke India dan Asia Timur ke Australia. Danau ini juga berfungsi sebagai rumah musim dingin yang penting bagi burung air di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perkakas berusia 200.000 tahun dari Zaman Batu ditemukan di Qassim Arab Saudi
Indonesia
•
01 Jan 2021

Ilmuwan China berhasil biakkan domba unggul melalui penyuntingan gen
Indonesia
•
13 Aug 2022

AS mulai uji klinis vaksin influenza universal berbasis mRNA
Indonesia
•
16 May 2023

China jadi negara pertama yang berhasil terapkan teknologi energi hidrogen di Antarktika
Indonesia
•
07 Mar 2025


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
