COVID-19 – Indonesia-UEA kerja sama teknologi penanganan pandemik 

Indonesia-UEA kerja sama teknologi penanganan pandemik
Ilustrasi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) di bidang teknologi dalam menangani pandemik COVID-19. (Bao_5 from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) di bidang teknologi dalam menangani pandemik COVID-19, kata Menteri BUMN Erick Thohir pada jumpa pers virtual dari UEA pada Sabtu (22/8).

Menteri menjelaskan dua perusahaan BUMN, Kimia Farma dan Indofarma, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Uni Emirat Arab, Group 42 (G42) Health Care Al Holding Rsc Ltd., yang bermarkas di Abu Dhabi.

MoU tersebut menyebutkan tentang penerapan alat deteksi COVID-19 berbasis laser di Indonesia, kesepakatan mengenai kapasitas serta pengembangan produksi vaksin, farmasi, dan kerja sama yang luas di bidang pelayanan kesehatan, termasuk penelitian dan distribusi vaksin.

Erick mengatakan, selain kerja sama kesehatan, pemerintah juga mencapai kerja sama di bidang pangan dan energi yang menjadi prioritas dalam menghadapi perubahan karena pandemik COVID-19 ini.

Dalam MoU dengan G42 tersebut, Kimia Farma akan fokus pada pengembangan produk-produk vaksin, termasuk vaksin COVID-19 dan produk farmasi lainnya, layanan kesehatan, penelitian dan uji klinis, serta pemasaran dan distribusi.

Sementara itu, Indofarma akan kolaborasi dengan G42 dalam pengadaan alat uji cerdas (test kit intelligence) dengan teknologi laser untuk membantu penelusuran orang yang terinfeksi COVID-19.

“Kemampuan industri farmasi dalam negeri tak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tapi juga menjadi partner yang baik dalam memperkuat produksi vaksin untuk pasar luar negeri,” kata Erick, seraya menambahkan, kerja sama kedua negara akan berlangsung dalam jangka panjang.

G42 dengan Kimia Farma dan Indofarma akan melakukan penelitian bersama, alih teknologi, dan menjajaki pasar bersama vaksin untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here