COVID-19 – Ahli: Terlalu dini menilai berbahayanya strain Delta

COVID-19 – Ahli: Terlalu dini menilai berbahayanya strain Delta
Ilustrasi. Para ahli mengatakan bahwa varian virus corona Delta lebih menular, namun, terlalu dini untuk mengatakan betapa berbahayanya ini. (Fusion Medical Animation on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Para ahli mengatakan bahwa varian virus corona Delta lebih menular, namun, terlalu dini untuk mengatakan betapa berbahayanya ini, kata Deputi Direktur untuk Pekerjaan Klinis dan Analitis di Institut Penelitian Ilmiah Pusat Epidemiologi Rusia, Natalya Pshenichnaya, kepada Kantor Berita TASS.

“Sulit untuk mengatakan sejauh ini betapa sulitnya strain India. Saat ini, kami hanya tahu bahwa itu lebih menular. Satu orang yang terinfeksi di India dapat menginfeksi enam orang lainnya, misalnya,” katanya.

Menurut Pshenichnaya, peningkatan tajam COVID-19 di Rusia dapat terjadi karena ketidakpatuhan terhadap tindakan pencegahan.

“Jadi kita tidak bisa santai sekarang, dan kita perlu divaksinasi untuk melawan virus corona baru sesegera mungkin,” katanya.

Jumlah kasus positif COVID-19 di seluruh dunia hingga Senin (28/6) mencapai lebih dari 181,9 juta jiwa dengan hampir 4 juta kematian.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here