
Coca-Cola Jepang naikkan harga 165 produk di tengah lonjakan biaya bahan baku dan energi

Pengunjung berjalan melewati sebuah logo Coca-Cola di World of Coca-Cola di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada 23 Oktober 2024. (Xinhua/Liu Yanan)
Kenaikan harga nafta dan aluminium, yang merupakan bahan utama untuk pembuatan kaleng dan botol plastik, serta biaya energi yang terus tinggi akibat ketidakstabilan di Timur Tengah terus menekan margin keuntungan.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Coca-Cola Bottlers Japan Inc. pada Senin (25/5) mengumumkan bahwa pihaknya akan menaikkan harga 165 produk mulai September 2026, dengan alasan melonjaknya biaya bahan baku dan energi yang terkait dengan ketegangan berkepanjangan di Timur Tengah.
Kenaikan harga tersebut, yang berkisar antara 3,2 persen hingga 18,7 persen, akan berlaku untuk sejumlah produk unggulan Coca-Cola serta minuman kopi dan teh dalam kemasan botol maupun kaleng, kata perusahaan itu.
Kenaikan harga nafta dan aluminium, yang merupakan bahan utama untuk pembuatan kaleng dan botol plastik, serta biaya energi yang terus tinggi akibat ketidakstabilan di Timur Tengah terus menekan margin keuntungan, ungkap perusahaan itu. Pelemahan yen juga kian membebani biaya impor.
Karena semakin sulit menanggung kenaikan biaya hanya melalui upaya internal, produsen minuman tersebut memutuskan untuk mengalihkan sebagian beban itu kepada konsumen.
Tekanan biaya kini merambat ke seluruh industri makanan di Jepang. Produsen daging besar, Itoham Foods Inc., sebelumnya mengatakan akan menaikkan harga terhadap 220 produk mulai Juli nanti, termasuk ham dan sosis, sehingga menambah deretan langkah serupa yang diambil oleh perusahaan-perusahaan makanan di negara yang miskin sumber daya tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Paket gaji Elon Musk senilai 16.685 triliun rupiah
Indonesia
•
08 Nov 2025

Mobil listrik Xpeng asal China akan masuk Indonesia awal tahun ini
Indonesia
•
02 Jan 2025

Kota Langfang di China utara luncurkan kereta barang China-Eropa pertamanya
Indonesia
•
26 Feb 2023

Kemendag China: China akan lebih lanjut longgarkan pembatasan kepemilikan asing
Indonesia
•
14 Oct 2023


Berita Terbaru

AS terapkan tarif ‘drone’ hingga 100 persen, keamanan nasional jadi alasan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Fokus Berita – Dari langit biru Beijing hingga Afrika: Bagaimana China mengubah janji menjadi aksi
Indonesia
•
14 Aug 2026

OPEC ubah ramalan minyak dunia: 2026 melambat, 2027 justru melonjak
Indonesia
•
13 Aug 2026

Fokus Berita – 17,9 kuadriliun rupiah investasi dan 500.000 lapangan kerja: Jejak besar BRI China di dunia
Indonesia
•
13 Aug 2026
