
China terbitkan dataset karakteristik daerah tangkapan air danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet

Foto yang diabadikan dengan ponsel pada 29 Oktober 2022 ini menunjukkan lahan basah Lhalu di Lhasa, Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Shen Hongbing)
Karakteristik air danau dan sedimen secara signifikan dipengaruhi oleh karakteristik daerah tangkapan air, seperti iklim, medan, dan kondisi vegetasi.
Lanzhou, China (Xinhua) – Pusat Data Dataran Tinggi Tibet (Tibetan Plateau Data Center/TPDC) Nasional China baru-baru ini menerbitkan dan membagikan kumpulan data (dataset) mengenai karakteristik daerah tangkapan air danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, demikian diumumkan Universitas Lanzhou.Dataset tersebut dikerjakan oleh sebuah tim peneliti dari Center for the Pan-third Pole Environment Universitas Lanzhou. Penelitian itu menyediakan data fundamental untuk studi mengenai danau-danau yang berada di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, ungkap Liu Junzhi, profesor di Universitas Lanzhou sekaligus pemimpin tim peneliti itu.Danau tersebut mengumpulkan limpasan, sedimen, dan nutrisi dari hulu daerah aliran sungai (DAS) serta tempat tujuan penting untuk perpindahan material pada skala DAS. Oleh karena itu, karakteristik air danau dan sedimen secara signifikan dipengaruhi oleh karakteristik daerah tangkapan air, seperti iklim, medan, dan kondisi vegetasi, kata Liu.Dataset itu menunjukkan batas DAS dari 1.525 danau, dengan luas mulai dari 0,2 hingga 4.503 kilometer persegi, yang ada di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.Selain itu, dataset tersebut juga menghitung 721 karakteristik skala daerah tangkapan air pada sejumlah aspek seperti tubuh danau, medan, iklim, vegetasi, geologi, dan aktivitas antropogenik.Di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), TPDC merupakan satu-satunya pusat data di China yang menyimpan data ilmiah lengkap untuk Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan wilayah sekitarnya. Sejak didirikan pada 2019, TPDC telah mengumpulkan dataset ilmiah tentang kriosfer, bumi padat, lingkungan purba, permukaan tanah, dan bidang lainnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Konstelasi satelit Beijing-3C tangkap citra pertamanya
Indonesia
•
23 May 2024

Museum-museum di China manfaatkan berbagai teknologi untuk suguhkan pengalaman yang inovatif
Indonesia
•
30 Jul 2024

Rusia akan bangun stasiun orbital baru pada 2033
Indonesia
•
03 Jul 2024

Feature – Teknologi mutakhir hidupkan kembali penemuan kuno
Indonesia
•
30 Jun 2025


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
