
China peringatkan Filipina terhadap tindakan pelanggaran dan provokasi

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Mei 2024 ini menunjukkan kapal 'China Coast Guard (CCG) 3502' melakukan pengisian ulang sumber daya untuk kapal lain di Laut China Selatan. CCG melakukan pelatihan rutin selama operasi perlindungan hak dan penegakan hukum di perairan Huangyan Dao. (Xinhua/Wang Yuguo)
China mendesak pihak Filipina untuk mematuhi norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, dan menghentikan narasi palsu maupun provokasi yang sembrono tentang Laut China Selatan.
Beijing, China (Xinhua) – Seorang juru bicara (jubir) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) China memperingatkan pihak Filipina agar tidak mengambil tindakan gegabah, serta mendesak Filipina untuk menghentikan semua tindakan pelanggaran dan provokasi.Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Jubir Kemenhan China Zhang Xiaogang dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (17/5) untuk menanggapi pertanyaan media mengenai klaim presiden Filipina baru-baru ini bahwa Filipina tidak mempunyai niat untuk memprovokasi atau mengeskalasi ketegangan di Laut China Selatan, serta mengenai latihan militer gabungan yang dilakukan oleh pasukan Filipina dan Amerika Serikat.Tindakan dan pernyataan dari pihak Filipina tersebut kontradiktif sekaligus menyalahi diri sendiri, dan sudah jelas bagi dunia mengenai siapa yang memprovokasi dan menciptakan insiden di Laut China Selatan serta memperburuk ketegangan melalui persaingan blok, tutur Zhang.Apabila ada pihak mencoba membentuk kelompok yang mementingkan diri sendiri untuk memaksa atau menekan China, perhitungan mereka sepenuhnya salah, lanjut Zhang.Pihak China akan terus mengambil tindakan tegas dan definit untuk secara teguh mempertahankan kedaulatan teritorial maupun hak dan kepentingan maritimnya, serta menegakkan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, kata Zhang.Jubir tersebut juga ditanya tentang penolakan dari otoritas Filipina baru-baru ini terhadap perjanjian apa pun dengan pihak China terkait Ren'ai Jiao China.Zhang mencatat bahwa terkait isu Ren'ai Jiao, pihak China telah mencapai "gentlemen's agreement" dengan pihak Filipina dan kesepahaman internal berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, yang dapat membantu mengelola perbedaan, mencegah konflik, serta membangun kepercayaan antara kedua belah pihak.Namun, pihak Filipina terus menyangkal fakta-fakta nyata, yang menipu rakyatnya dan menyesatkan masyarakat internasional, ujar Zhang, mempertanyakan kredibilitas dan niat pihak Filipina.China mendesak pihak Filipina untuk mematuhi norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, dan menghentikan narasi palsu maupun provokasi yang sembrono, kata jubir tersebut. "Jika tidak, semua tindakannya hanya akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri dan lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Saudi tunjukan kesiapan penuh pelaksanaan haji
Indonesia
•
10 Aug 2019

Turkiye luncurkan penyelidikan serangan bom di luar gedung kementerian dalam negeri
Indonesia
•
03 Oct 2023

COVID-19 – Lebih dari 26 juta orang di Arab Saudi telah divaksinasi
Indonesia
•
01 Aug 2021

WTO tunda pertemuan penting setelah wabah varian baru
Indonesia
•
27 Nov 2021


Berita Terbaru

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026

Opini – Memulihkan kepercayaan: Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
Indonesia
•
15 Sep 2026

Lebih dari 720.000 pelajar Palestina kehilangan akses ke pendidikan dasar
Indonesia
•
15 Sep 2026
