Di tengah kritik, Filipina dan AS mulai latihan militer gabungan terbesar

Orang-orang yang memegang poster terlihat dalam sebuah aksi unjuk rasa menentang latihan militer gabungan Filipina-Amerika Serikat (AS) di depan gerbang markas besar Angkatan Bersenjata Filipina (Armed Forces of the Philippines/AFP) di Quezon City, Filipina, pada 22 April 2024. Lebih dari 16.700 tentara Filipina dan AS memulai latihan militer gabungan tahunan terbesar mereka pada Senin (22/4) di tengah kritik bahwa latihan tersebut mengancam perdamaian dan stabilitas regional. Menurut militer Filipina, latihan selama 19 hari tersebut, yang dijuluki “Balikatan 2024”, akan melibatkan sekitar 5.000 tentara Filipina dan 11.000 tentara AS, menjadikannya latihan gabungan Filipina-AS terbesar yang pernah dilakukan dalam beberapa dekade terakhir. (Xinhua/Rouelle Umali)

Latihan militer gabungan Filipina-AS tahunan terbesar yang dijuluki ‘Balikatan 2024’ akan melibatkan sekitar 5.000 tentara Filipina dan 11.000 tentara AS, yang menjadikannya sebagai iterasi terbesar dalam latihan gabungan kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.

 

Manila, Filipina (Xinhua) – Lebih dari 16.700 tentara Filipina dan Amerika Serikat (AS) memulai latihan militer gabungan tahunan terbesar mereka pada Senin (22/4) di tengah kritik bahwa latihan tersebut mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menurut pihak militer Filipina, latihan selama 19 hari yang dijuluki ‘Balikatan 2024’ ini akan melibatkan sekitar 5.000 tentara Filipina dan 11.000 tentara AS, yang menjadikannya sebagai iterasi terbesar dalam latihan gabungan Filipina-AS dalam beberapa dekade terakhir.

Kontingen dari Angkatan Pertahanan Australia dan, untuk pertama kalinya dalam sejarah Balikatan, Angkatan Laut Prancis juga akan bergabung dalam latihan ini sebagai peserta. Sebanyak 14 negara, termasuk Jepang dan India, akan ambil bagian dalam latihan militer tahunan ini sebagai pengamat.

Balikatan 2024 akan digelar pada 22 April hingga 10 Mei.

Para peserta akan melaksanakan berbagai misi kompleks di berbagai bidang, termasuk keamanan maritim, pertahanan udara dan rudal, serangan rudal dinamis, pertahanan siber, dan operasi informasi.

Latihan maritim tahun ini untuk pertama kalinya akan melampaui perairan teritorial Filipina sejauh 12 mil laut.

Pada hari yang sama, para pengunjuk rasa berkumpul di Camp Aguinaldo, lokasi markas besar Angkatan Bersenjata Filipina, tempat berlangsungnya upacara pembukaan Balikatan 2024, untuk menyuarakan penolakan mereka.

Mereka membawa berbagai poster dan spanduk yang mengecam latihan militer tersebut, seraya mendesak pemerintah Filipina untuk membatalkan perjanjian militer dengan AS.

Banyak pakar dan cendekiawan Filipina juga menyatakan kekhawatiran mereka bahwa latihan gabungan tersebut dapat mengancam keamanan kawasan.

Anna Malindog-Uy, wakil presiden wadah pemikir (think tank) Asian Century Philippines Strategic Studies Institute yang berbasis di Manila, mengatakan kepada Xinhua tentang keterlibatan lebih banyak negara dalam latihan militer semacam itu.

“Keterlibatan lebih banyak negara dalam latihan Balikatan tahun ini dapat mengarah pada aliansi politik dan militer yang baru atau diperkuat di kawasan ini, yang dapat meningkatkan persaingan kekuatan dan menciptakan perpecahan serta lebih banyak ketegangan di antara negara-negara di kawasan ini,” ujar Malindog-Uy.

“Rakyat kami tidak menginginkan perang dengan negara mana pun dengan alasan apa pun, apalagi dengan tetangga dan mitra dagang terbesar kami yang tidak memiliki masalah serius yang tidak dapat kami selesaikan,” tulis mantan senator Francisco Tatad dalam sebuah artikel opini baru-baru ini, yang juga seorang kolumnis untuk Manila Times.

Balikatan, frasa dalam bahasa Tagalog yang berarti ‘bahu-membahu’, merupakan latihan gabungan paling komprehensif di antara latihan militer gabungan Filipina-AS.

Perjanjian Kunjungan Pasukan (Visiting Forces Agreement/VFA) memberikan dasar hukum kepada pasukan AS untuk berada di negara Asia Tenggara itu guna melakukan latihan bilateral, dan mengatur perilaku personel angkatan bersenjata AS.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan