China desak AS untuk tidak timbulkan perpecahan antara China dan Eropa

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di Beijing, ibu kota China, pada 26 April 2024. (Xinhua/Liu Bin)
China mendesak Amerika Serikat untuk tidak menyalahkan China, tidak mencoba menimbulkan perpecahan antara China dan Eropa, tidak memperkeruh situasi, tetapi melakukan sesuatu yang praktis untuk menemukan solusi politik yang dapat menyelesaikan krisis Ukraina.
Beijing, China (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) seharusnya mengambil langkah praktis untuk memfasilitasi solusi politik yang dapat menyelesaikan krisis Ukraina, alih-alih menimbulkan perpecahan antara China dan Eropa, demikian dikatakan Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Jumat (17/5).Pernyataan tersebut dilontarkan Wang dalam sebuah konferensi pers rutin, sebagai respons atas pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini yang mengatakan bahwa China tidak bisa berharap dapat membangun hubungan dengan Eropa dan negara-negara lain sambil terus terlibat dalam tindakan yang dianggap memperburuk ancaman terbesar jangka panjang terhadap keamanan Eropa.Wang membantah komentar tersebut dengan mengatakan bahwa logika "hitam-putih" AS mencerminkan sikap mencari musuh alih-alih perdamaian, yang merupakan kelanjutan dari mentalitas Perang Dingin negara tersebut."Bahkan, mentalitas Perang Dingin AS memikul tanggung jawab yang tak dapat disangkal atas pecahnya dan memburuknya krisis Ukraina," imbuhnya.Menyoroti bahwa China bukanlah pencipta krisis Ukraina maupun pihak yang terlibat di dalamnya, Wang menuturkan bahwa China senantiasa berkomitmen untuk mendorong perundingan damai dan secara aktif mendukung pembangunan arsitektur keamanan Eropa yang seimbang, efektif, dan berkelanjutan. Posisi objektif dan adil serta peran konstruktif China telah diakui secara luas oleh komunitas internasional."Untuk melepaskan bel, Anda memerlukan orang yang mengikat bel tersebut. China mendesak AS untuk tidak menyalahkan China, tidak mencoba menimbulkan perpecahan antara China dan Eropa, tidak memperkeruh situasi, tetapi melakukan sesuatu yang praktis untuk menemukan solusi politik yang dapat menyelesaikan krisis Ukraina," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Sidang Majelis Umum PBB ditutup dengan seruan gencatan senjata di Timur Tengah
Indonesia
•
01 Oct 2024

Israel kecam keputusan Inggris, Australia, dan Kanada akui Negara Palestina
Indonesia
•
23 Sep 2025

Ketua parlemen Rusia sebut AS hambat pembangunan negara lain
Indonesia
•
06 Dec 2022

Iran revisi jumlah korban tewas ledakan pelabuhan jadi 57, tahan 2 orang atas kegagalan keamanan
Indonesia
•
05 May 2025
Berita Terbaru

Pejabat Palestina sebut Trump berupaya jadikan "Dewan Perdamaian" alternatif PBB
Indonesia
•
09 Feb 2026

Israel perdalam kendali atas Tepi Barat dengan perluas permukiman ilegal
Indonesia
•
09 Feb 2026

Israel langgar terus gencatan senjata di Gaza, Mesir desak pasukan internasional pantau
Indonesia
•
09 Feb 2026

Pemilu Jepang kacau! Pengacara gugat hasil perhitungan suara
Indonesia
•
09 Feb 2026
