China borong 98 persen kapulaga Indonesia, nilai ekspor rempah tembus Rp873 miliar

Ilustrasi. (Jaspreet Kalsi on Unsplash)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Rempah-rempah asal Indonesia banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di China, baik sebagai bahan berbagai olahan makanan seperti hotpot Sichuan maupun untuk ramuan herbal.

Hal ini menjadikan China secara konsisten sebagai salah satu tujuan utama ekspor berbagai komoditas rempah Indonesia.

Kapulaga menjadi salah satu rempah penting yang dibutuhkan untuk memberikan aroma harum dan rasa hangat dalam hidangan khas hotpot.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, sepanjang Januari-Mei 2026, Indonesia telah mengekspor sebanyak 3.604 ton kapulaga ke China, atau sekitar 98 persen dari total ekspor kapulaga secara nasional pada periode tersebut. Nilai ekspor kapulaga ke China mencapai 17,8 juta dolar AS.

*1 dolar AS = 17.960 rupiah

Rempah aromatik lainnya yang juga banyak dikirim ke China adalah biji pala. Sejak awal tahun ini, sebanyak 4.020 ton pala telah diekspor ke China dengan nilai mencapai 19,9 juta dolar AS.

Selain dua rempah tersebut, China juga menjadi salah satu pasar terbesar bagi cengkeh, lada putih, dan lada hitam asal Indonesia.

Sejak awal tahun ini, nilai ekspor cengkeh Indonesia ke China telah mencapai 3,2 juta dolar AS, sedangkan ekspor lada putih dan lada hitam masing-masing tercatat sebesar 2,2 juta dolar AS dan 5,5 juta dolar AS.

Dengan potensi pasar yang besar, pemerintah Indonesia terus mempromosikan komoditas rempah Indonesia di China, salah satunya lewat pameran China Food Trade Fair 2026 di Kota Wuhan pada akhir Maret lalu.    

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait