
China akui 12 profesi baru, insinyur ‘digital twin’ dan teknisi robot AI masuk daftar

Seorang staf mengoperasikan robot humanoid untuk memperbaiki peralatan listrik di sebuah pusat pelatihan AI berwujud di Beijing, ibu kota China, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Jin Liwang)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China berencana mengakui 12 profesi baru, termasuk insinyur replika digital (digital twin), teknisi robot kecerdasan berwujud (embodied intelligence), dan analis data olahraga, seiring perekonomian negara yang berkembang pesat terus melahirkan bentuk-bentuk pekerjaan baru.
Menurut pemberitahuan terbaru dari Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China, negara tersebut juga akan menambahkan sejumlah spesialisasi baru di bawah profesi yang sudah ada, termasuk operator logistik ketinggian rendah, pengembang agen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), inspektur kendaraan energi baru, dan perancang renovasi ramah lansia.
Langkah ini mencerminkan upaya China untuk menyesuaikan tenaga kerjanya dengan transformasi ekonomi yang ditandai oleh ekspansi pesat industri-industri baru, penerapan luas teknologi digital, dan meningkatnya peran sektor jasa, sekaligus mendorong sumber-sumber lapangan kerja baru.
Sejak 2019, kementerian itu telah merilis tujuh gelombang profesi baru, dengan totalnya kini telah mencapai 110.
Secara khusus, nilai industri AI inti China telah melampaui 1,2 triliun yuan. Selama lima tahun terakhir, lebih dari 20 dari 72 profesi yang baru diakui berkaitan dengan AI, menyoroti peran AI yang semakin besar dalam mentransformasi pasar tenaga kerja China.
*1 yuan = 2.651 rupiah
China akan terus mengembangkan profesi baru dan memperluas peluang kerja di sektor-sektor seperti ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi perak, menurut Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).
Kementerian tersebut menyatakan bahwa profesi-profesi yang baru diusulkan akan dimasukkan ke dalam klasifikasi profesi resmi negara setelah melalui proses konsultasi publik. Para praktisi di bidang terkait kemudian akan memenuhi syarat untuk kebijakan nasional dan langkah-langkah dukungan yang relevan.
Pihak kementerian juga akan merumuskan standar nasional untuk profesi-profesi baru tersebut guna menjadi pedoman bagi pendidikan kejuruan, pelatihan keterampilan, dan penilaian kompetensi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Vaksinasi COVID-19 diharapkan tumbuhkan industri manufaktur 4 persen pada 2021
Indonesia
•
14 Jan 2021

Studi EY sebut pabrikan mobil di seluruh dunia terus bukukan rekor laba
Indonesia
•
29 Nov 2022

Filipina perdalam kerja sama pariwisata dengan China, ciptakan lapangan kerja dan investasi
Indonesia
•
06 Jan 2023

Iran siap pasok kebutuhan minyak untuk pasar dunia
Indonesia
•
12 Mar 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Rumput Laut Indonesia jadi sumber pendapatan ganda: Komoditas dan kredit karbon
Indonesia
•
09 Sep 2026

Embargo AS bikin Kuba rugi 142,7 triliun rupiah, dokter operasi dengan lampu ponsel
Indonesia
•
08 Sep 2026

Perang Iran bikin warga AS tekor 1.765 triliun rupiah, biaya terus naik 17,6 miliar rupiah tiap 2 menit
Indonesia
•
08 Sep 2026

Fokus Berita – 12 perusahaan energi Indonesia debut di Taiyuan, hampir 50 perusahaan China tertarik pasar RI
Indonesia
•
07 Sep 2026
