
ZTE gandeng MoraRepublic perluas internet ‘broadband’ berbasis AI di Indonesia

ZTE dan MoraRepublic menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama pengembangan dan perluasan layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-Home (FTTH) di Indonesia. (Sumber foto: ZTE).
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Raksasa teknologi komunikasi asal China, ZTE, dan perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan layanan internet, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic), telah menyepakati kerja sama pengembangan dan perluasan layanan Fixed Wireless Access (FWA) dan Fiber-to-the-Home (FTTH) untuk pelanggan residensial dan korporasi di seluruh Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kedua pihak berlangsung di sela-sela ajang Mobile World Congress (MWC) di Shanghai, China, pada akhir bulan lalu.
Kemitraan ini disebut sebagai respons terhadap pesatnya pertumbuhan kebutuhan akan konektivitas pita lebar (broadband) dalam menopang ekonomi digital Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kedua perusahaan untuk bersama-sama memperkuat infrastruktur digital nasional.
"Dengan menggabungkan kekuatan infrastruktur dan kemampuan eksekusi lokal MoraRepublic, kami bertujuan meningkatkan akses broadband dan kualitas layanan bagi pelanggan residensial maupun korporasi, sekaligus menghadirkan pendekatan implementasi yang praktis, mudah dikembangkan sesuai kebutuhan, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," kata President Director ZTE Indonesia Liu Sen dalam keterangan resminya pada Senin (6/7).
Sementara itu, CFO MoraRepublic Yopie Widjaja menyebut kemitraan ini sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem infrastruktur digital yang lebih fleksibel untuk mendukung inovasi, pertumbuhan bisnis, dan inklusi digital yang lebih luas di seluruh Indonesia.
Melalui kolaborasi ini, ZTE dan MoraRepublic akan bersama-sama mengembangkan jaringan FWA yang lebih luas dan efisien, mendorong evolusi jaringan FTTH, serta meningkatkan kualitas layanan melalui operasional jaringan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kedua perusahaan juga akan menjajaki arsitektur jaringan end-to-end berbasis AI untuk mendukung operasional broadband yang lebih cerdas, jaminan kualitas layanan, optimasi jaringan, serta pengembangan layanan broadband.
Selain itu, kemitraan ini mencakup eksplorasi peluang kerja sama komersial, program inovasi bersama, kegiatan proof-of-concept (PoC), dan inisiatif berbagi pengetahuan teknis guna mendukung pertumbuhan broadband di masa depan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bank Dunia turunkan proyeksi pertumbuhan global 2022 jadi 4,1 persen
Indonesia
•
12 Jan 2022

IHK AS naik 3,2 persen pada Oktober seiring meredanya inflasi di tengah suku bunga tinggi
Indonesia
•
15 Nov 2023

BI kucurkan likuiditas di perbankan 141,19 triliun rupiah per 14 Desember
Indonesia
•
16 Dec 2021

Singapura tertarik potensi bisnis Batam, Bintan dan Karimun
Indonesia
•
18 Sep 2019


Berita Terbaru

OPEC+ sepakat naikkan produksi minyak 188.000 barel per hari mulai Agustus
Indonesia
•
06 Jul 2026

LEGOLAND Shanghai jadi resor LEGOLAND tercepat di dunia yang lampaui 2 juta pengunjung
Indonesia
•
06 Jul 2026

China borong 98 persen kapulaga Indonesia, nilai ekspor rempah tembus Rp873 miliar
Indonesia
•
06 Jul 2026

China akui 12 profesi baru, insinyur ‘digital twin’ dan teknisi robot AI masuk daftar
Indonesia
•
04 Jul 2026
