
CENTCOM umumkan personel militer ke-7 AS yang tewas dalam serangan AS-Israel ke Iran

Orang-orang mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran di luar Balai Kota Los Angeles di California, AS, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Qiu Chen)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) Amerika Serikat (AS) pada Ahad (8/3) mengumumkan personel militer ketujuh AS yang tewas di tengah serangan terhadap Iran, yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.
"Tadi malam, seorang personel militer AS tewas akibat luka-luka (yang dideritanya)," ujar CENTCOM di platform media sosial X. "Personel militer tersebut mengalami luka serius di lokasi serangan terhadap tentara AS di Kerajaan Arab Saudi pada 1 Maret."
"Ini menjadi personel militer ketujuh yang tewas saat bertugas dalam Operation Epic Fury. Operasi tempur utama terus berlanjut," imbuh CENTCOM.
Pada Sabtu (7/3), jenazah enam tentara pertama AS yang tewas telah dipulangkan ke negaranya.
Sedikitnya 1.332 warga sipil Iran, termasuk wanita dan anak-anak, tewas sementara ribuan orang lainnya mengalami luka-luka sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dilancarkan pada 28 Februari, ungkap Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani pada Jumat (6/3).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tentara Myanmar bakar hidup-hidup 11 orang dalam serangan balasan
Indonesia
•
09 Dec 2021

Putin teken perjanjian untuk aneksasi wilayah Ukraina
Indonesia
•
01 Oct 2022

CIO dan kepolisian Korsel capai kesepakatan untuk eksekusi perintah penangkapan Yoon Suk-yeol
Indonesia
•
07 Jan 2025

Kereta Haramain Saudi capai 300 km/jam
Indonesia
•
02 Jan 2020


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
