Rangkuman – Posisi China terkait serangan AS-Israel terhadap Iran

Asap mengepul dari sejumlah bangunan akibat pengeboman Israel di dekat Bandar Udara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon, pada 4 Maret 2026. (Xinhua/Bilal Jawich)

Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring terus berlanjutnya serangan AS-Israel terhadap Iran dan pembalasan Iran yang menimbulkan semakin banyak korban, China secara konsisten menyerukan gencatan senjata segera, dimulainya kembali dialog, menghormati kedaulatan negara, serta melindungi warga sipil.

Berikut ini adalah kronologi pernyataan resmi China mengenai eskalasi terbaru.

5 Maret

China akan segera mengirim Zhai Jun, utusan khusus pemerintah China untuk isu Timur Tengah, ke kawasan tersebut guna berupaya meredakan ketegangan yang terjadi, demikian diumumkan oleh Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Mao Ning.

China akan terus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam konflik terkait di Timur Tengah, untuk menjaga komunikasi, meningkatkan upaya mediasi, serta membangun konsensus, imbuh Mao.

4 Maret

Dalam panggilan telepon dengan Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, selaku wakil perdana menteri sekaligus menteri luar negeri (menlu) Uni Emirat Arab (UEA), Menlu China Wang Yi mengatakan bahwa garis merah perihal melindungi warga sipil dalam konflik tidak boleh dilanggar.

Wang menyatakan bahwa meluasnya perang tidak menguntungkan siapa pun, dan rakyat di kawasan itulah yang akan menderita. Dia menekankan bahwa target-target nonmiliter yang berkaitan dengan energi, ekonomi, dan kehidupan masyarakat tidak boleh diserang, serta keamanan jalur pelayaran harus dijaga.

China mendukung tuntutan sah UEA untuk melindungi keamanan nasionalnya dan mendukung negara-negara kawasan dalam upaya berkelanjutan mereka untuk menyelesaikan perselisihan melalui cara diplomatik, kata Wang.

3 Maret

Dalam panggilan telepon dengan Menlu Israel Gideon Sa'ar, Wang mengatakan bahwa China menentang serangan militer yang dilancarkan Israel dan AS terhadap Iran.

Wang menegaskan bahwa penggunaan kekuatan tidak dapat benar-benar menyelesaikan masalah, sebaliknya, hal itu akan menimbulkan masalah baru serta konsekuensi serius, seraya menambahkan bahwa menahan diri dari penggunaan atau ancaman kekuatan dalam hubungan internasional merupakan kepentingan mendasar semua pihak, termasuk Israel.

China sangat berduka atas banyaknya korban sipil yang disebabkan oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, kata Jubir Mao sebagai jawaban atas pertanyaan terkait, seraya menambahkan bahwa China mengutuk keras tindakan tersebut.

China menyerukan semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, secara efektif memastikan keselamatan warga sipil, dan menghindari serangan terhadap fasilitas sipil, imbuhnya.

2 Maret

Dalam percakapan telepon dengan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi, Wang mengatakan bahwa China menghargai persahabatan tradisional antara China dan Iran, serta mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, dan martabat nasionalnya.

Jubir Mao mengatakan bahwa Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya merupakan jalur perdagangan internasional penting bagi barang dan energi, serta mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer guna mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut.

1 Maret

Kemenlu China menyatakan bahwa China dengan tegas menentang dan mengutuk keras serangan serta pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa serangan dan pembunuhan Khamenei merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan keamanan Iran, seraya menambahkan bahwa hal itu secara nyata melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional.

Dalam panggilan telepon dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov, Wang mengatakan bahwa tindakan AS dan Israel yang melancarkan serangan terhadap Iran saat negosiasi Iran-AS sedang berlangsung merupakan hal yang tidak dapat diterima, dan bahwa tindakan mereka yang membunuh pemimpin suatu negara berdaulat secara terang-terangan dan menghasut perubahan pemerintahan juga tidak dapat diterima.

Wang menyampaikan tiga poin posisi China mengenai situasi di Iran, yakni penghentian segera operasi militer, kembalinya negosiasi dan dialog sesegera mungkin, dan penolakan bersama terhadap tindakan sepihak.

28 Februari

China menyatakan sangat prihatin atas serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran, kata Kemenlu China setelah serangan itu terjadi pada hari yang sama.

China menyerukan penghentian segera tindakan militer, pencegahan eskalasi lebih lanjut, dilanjutkannya dialog dan negosiasi, serta upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, kata kementerian tersebut.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait