
Cekcok dengan PM Merz, Trump pertimbangkan pengurangan pasukan di Jerman

Unggahan Donald Trump di platform Truth Social, tentang kemungkinan pengurangan jumlah pasukan di Jerman. (Indonesia Window)
Merz mengecam AS atas keterlibatan militer di Iran yang "tanpa rencana," mengatakan bahwa AS "sedang dipermalukan oleh jajaran kepemimpinan Iran."
Washington DC (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (29/4) menyatakan bahwa negaranya sedang mempelajari dan meninjau kemungkinan pengurangan jumlah pasukan di Jerman.
Melalui unggahannya di Truth Social, Trump menyebutkan bahwa keputusan akan diambil dalam waktu dekat.
Berdasarkan data dari Defense Manpower Data Center (DMDC), AS memiliki sedikitnya 68.000 personel aktif yang ditempatkan secara permanen di pangkalan luar negeri di Eropa per Desember 2025, dengan lebih dari separuhnya berbasis di Jerman.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz saling melontarkan kritik terkait perang Iran. Merz mengecam AS atas keterlibatan militer di Iran yang "tanpa rencana," mengatakan bahwa AS "sedang dipermalukan oleh jajaran kepemimpinan Iran."
Menanggapi hal tersebut, Trump menulis di media sosial pada Selasa (28/4) bahwa Merz "tidak tahu apa yang sedang dia bicarakan" dan sang kanselir mengabaikan ambisi nuklir Iran.
Pada Rabu, Merz berupaya meredam percekcokannya dengan Trump, menyatakan hubungan pribadinya dengan presiden AS tersebut tetap baik.
Saat berbicara dalam konferensi pers di Berlin, Merz mengatakan dirinya dan Trump tetap "berhubungan baik," seraya menambahkan bahwa dia hanya memiliki keraguan sejak awal mengenai langkah-langkah yang diambil dalam perang tersebut.
Merz menyerukan agar konflik di Iran diselesaikan dengan cepat, mengingat Jerman dan Eropa sangat menderita akibat dampak yang ditimbulkan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mesir akan Gelar KTT Arab darurat terkait isu Palestina pada 27 Februari
Indonesia
•
11 Feb 2025

Sekjen PBB: Solusi dua negara satu-satunya jalan keluar bagi konflik Israel-Palestina
Indonesia
•
24 Jan 2024

Taiwan harapkan 10 juta pengunjung Festival Lentera 2020
Indonesia
•
09 Feb 2020

COVID-19 – Vaksin Moderna dan Pfizer paling populer di Taiwan
Indonesia
•
17 Jun 2021


Berita Terbaru

AS dan Iran teken MoU secara Elektronik untuk akhiri perang
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 dibuka di tengah gelombang unjuk rasa besar-besaran
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Kesepakatan damai tercapai, warga Teheran masih menunggu bukti perdamaian
Indonesia
•
16 Jun 2026

KTT G7 akan bahas krisis geopolitik di tengah meningkatnya perpecahan
Indonesia
•
15 Jun 2026
