Cadangan devisa Jepang anjlok Rp1.391 triliun dalam sebulan demi tahan penurunan yen

Ilustrasi. (Cullen Cedric on Unsplash)

Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Aset cadangan devisa Jepang pada Mei 2026 tercatat menurun 5,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang menandai rekor penurunan bulanan terbesar yang pernah tercatat, menurut Kementerian Keuangan Jepang pada Jumat (5/6).

Data yang dirilis oleh kementerian tersebut menunjukkan aset cadangan resmi berada di level 1,31 triliun dolar AS pada akhir Mei, turun 77,11 miliar dolar AS dari akhir April, yang menandai penurunan terbesar, baik dalam hal persentase maupun volume sejak data sebanding tersedia pada April 2000.

*1 dolar AS = 18.039 rupiah

Data sebelumnya dari kementerian itu mengenai intervensi pasar mata uang selama periode 28 April hingga 27 Mei menunjukkan otoritas Jepang telah menghabiskan rekor 11,73 triliun yen untuk membendung penurunan nilai mata uang yen.

*1 yen = 112 rupiah

Kementerian tersebut tidak mengungkapkan rincian transaksi terkait intervensi mata uang, tetapi kemungkinan besar telah menjual beberapa aset asing guna mendapatkan dolar AS untuk membiayai operasi pembelian yen, menurut Kyodo News.

Pergerakan mata uang berfluktuasi pada 30 April, ketika yen melonjak ke zona 155 dari kisaran atas 160. Yen kemudian melemah, tetapi pada 1 Mei, 4 Mei, dan 6 Mei, mata uang tersebut menguat dengan cepat dari zona 157 ke kisaran 155, memicu anggapan bahwa otoritas negara kembali meluncurkan intervensi.  

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait