Investasi Rp1,25 triliun mengalir ke IKN, investor China mulai bangun kawasan terpadu

PT Star Bright International Investment memulai konstruksi proyek kawasan terpadu di IKN pada 15 Juli 2026. (Sumber: Otoritas IKN)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Investor asal China PT Star Bright International Investment, yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group, resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai 1,25 triliun rupiah di Sub-Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (15/7).

"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini, kita dapat melihat istana negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun. Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada 2028," ujar Kepala Otoritas IKN Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya.

Proyek ini menjadi proyek pertama yang direalisasikan oleh perusahaan penanam modal asing di IKN dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi, proyek ini akan menghadirkan kawasan terpadu yang mencakup apartemen, restoran, area retail, dan perkantoran.

Hunian yang dibangun menyediakan pilihan unit satu hingga tiga kamar tidur yang dilengkapi ruang keluarga, serta didukung berbagai fasilitas, seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial, dan ruang terbuka hijau.

Seluruh kawasan dirancang dengan mengusung konsep pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip pembangunan IKN.

"Saya memiliki pengalaman melihat pembangunan kota dari kondisi awal yang masih kosong. Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari China juga tertarik berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," ujar Direktur Utama PT Star Bright International Investment Lu Keming.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah calon investor dan delegasi bisnis dari China yang berasal dari berbagai perusahaan dan organisasi, antara lain Wan Tong Group, China Minsheng Bank, Jiangsu Qi He Technology, Jiangsu Shu Jun Technology, Beijing Jin Jia Tong Neng Environmental Technology Group, Shanghai San Ding Technology, Kamar Dagang Hainan, Indonesia's Chinese Bridge Training School, Xing Yao International Investment dan Liu Dian Group.   

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait