
74 persen warga Malaysia pakai AI untuk belanja, tapi 52 persen belum percaya bertransaksi

Foto yang diabadikan pada 8 Agustus 2020 ini menunjukkan seorang pengunjung menikmati pemandangan kota di Menara Kuala Lumpur di Kuala Lumpur, Malaysia. (Xinhua/Zhu Wei)
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 74 persen warga Malaysia menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung aktivitas berbelanja mereka.
Namun, 52 persen di antaranya masih enggan memercayakan teknologi tersebut untuk menyelesaikan transaksi pembelian atas nama mereka, demikian menurut hasil survei yang dirilis pada Selasa (21/7) oleh platform teknologi keuangan Adyen.
Dalam konferensi pers mengenai Laporan Retail Malaysia Adyen Index 2026, Country Manager Adyen Malaysia Lee Soon Yean mengatakan meskipun AI semakin banyak dimanfaatkan konsumen untuk mencari produk, membandingkan berbagai pilihan, serta memperoleh rekomendasi belanja, kepercayaan terhadap teknologi tersebut masih menjadi hambatan utama bagi penerapan transaksi berbasis AI secara lebih luas.
Menurut Lee, kekhawatiran terhadap aspek keamanan tampaknya menjadi faktor utama di balik keraguan tersebut, seraya menambahkan keamanan selalu menjadi kekhawatiran mendasar bagi konsumen, bahkan sebelum AI menjadi bagian dari pengalaman berbelanja.
"Bukan hanya keamanan data, tetapi juga kualitas produk Anda, tingkat kenyamanan saat berurusan dengan layanan pelanggan, serta layanan purnajual. Semua hal itu, dalam bentuk apa pun, memberikan rasa aman bagi Anda," ujarnya.
Lee menambahkan bahwa keamanan sistem pembayaran juga memegang peranan penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Survei menunjukkan 59 persen konsumen menilai kesalahan dalam proses pembayaran sangat merusak persepsi mereka terhadap suatu merek.
Sementara itu, 26 persen responden mengatakan akan membatalkan transaksi dan tidak lagi berbelanja di pengecer yang sama setelah mengalami kendala pembayaran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia diperkirakan inflasi 20 persen, ekonomi jatuh 8,0 persen pada 2022
Indonesia
•
11 Mar 2022

Duta Besar China tepis klaim "perangkap utang" di Afrika
Indonesia
•
14 Dec 2022

Inflasi Oktober 2022 lebih rendah dari prakiraan awal
Indonesia
•
01 Nov 2022

Eurostat: Inflasi zona euro diperkirakan turun jadi 2,4 persen pada Maret 2024
Indonesia
•
05 Apr 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
