
Jepang mulai lepas cadangan minyak negara untuk redam dampak ketegangan Timur Tengah

Foto yang diabadikan pada 17 November 2025 ini menunjukkan Menara Tokyo dan pemandangan kota di Tokyo, Jepang. (Xinhua/Jia Haocheng)
Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, sehingga sangat rentan terhadap penutupan efektif Selat Hormuz setelah pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari.
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Jepang mulai melepaskan cadangan minyak negara setara kebutuhan 30 hari pada Kamis (26/3) guna meredam dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomiannya, seiring meningkatnya kekhawatiran terkait pasokan dan melonjaknya harga minyak, seperti dilaporkan media setempat.
Langkah tersebut diambil setelah negara itu mulai menarik cadangan minyak setara kebutuhan 15 hari dari cadangan minyak milik sektor swasta pada Senin (16/3) pekan lalu.
Menurut Kyodo News, pemerintah berencana menjual total sekitar 8,5 juta kiloliter minyak dari 11 basis penyimpanan di seluruh negara itu.
Jepang juga akan mulai memanfaatkan cadangan minyak gabungan yang disimpan di negara tersebut oleh tiga negara Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, dengan cadangan setara kebutuhan lima hari akan dilepaskan Selasa (31/3) pekan depan untuk didistribusikan kepada para pedagang grosir minyak.
Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, sehingga sangat rentan terhadap penutupan efektif Selat Hormuz setelah pecahnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari. Gangguan itu telah memicu lonjakan tajam pada harga minyak mentah maupun harga bensin eceran di negara tersebut.
Selain memanfaatkan cadangan minyak, pemerintah Jepang juga kembali memberikan subsidi bensin untuk membatasi biaya bahan bakar bagi konsumen. Langkah itu telah menurunkan harga eceran rata-rata bensin reguler menjadi 177,7 yen per liter dari rekor tertinggi 190,8 yen pekan lalu, menurut Kyodo News.
*1 yen = 105 rupiah
Hingga akhir 2025, Jepang memiliki cadangan minyak yang setara dengan kebutuhan domestik selama 254 hari.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dubes RI untuk China harapkan mitra di China manfaatkan ‘golden visa’ dan peluang investasi jangka panjang
Indonesia
•
28 Feb 2025

Investasi sektor industri 2020 capai 272,7 triliun rupiah
Indonesia
•
26 Jan 2021

WTO: Ketegangan geopolitik, revolusi digital, dan perubahan iklim ubah lanskap pembangunan
Indonesia
•
11 Sep 2024

Retailer perabot rumah tangga Bed Bath & Beyond alami kerugian besar
Indonesia
•
06 Jan 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
