
Presiden Lula minta Trump hapus tarif atas produk Brasil

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara dalam upacara peluncuran inisiatif Sovereign Brazil di Brasilia, Brasil, pada 13 Agustus 2025. (Xinhua/Lucio Tavora)
Brasil merupakan satu dari tiga negara Kelompok 20 (G20) yang memiliki defisit perdagangan dengan AS.
Brasilia, Brasil (Xinhua/Indonesia Window) – Melalui percakapan via telepon pada Senin (6/10), Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghapus tarif baru sebesar 50 persen yang dikenakan pada produk-produk Brasil, kata sekretariat komunikasi kepresidenan negara Amerika Latin itu.Dalam panggilan yang diprakarsai Trump tersebut, Lula menekankan bahwa Brasil merupakan satu dari tiga negara Kelompok 20 (G20) yang memiliki defisit perdagangan dengan AS, dan dia meminta Trump untuk mencabut tarif dan sanksi terhadap otoritas Brasil, termasuk mencabut pembatalan visa AS mereka, ungkap pernyataan dari sekretariat itu."Dengan nada bersahabat, kedua pemimpin berbincang selama 30 menit, mengenang kembali kebersamaan yang terjalin di New York selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kedua presiden kembali menegaskan kesan positif dari pertemuan tersebut," menurut pernyataan itu.Percakapan via telepon tersebut turut melibatkan Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin, Menteri Luar Negeri Mauro Vieira, Menteri Keuangan Brasil Fernando Haddad, Juru Bicara Kepresidenan Brasil Sidonio Palmeira, dan kepala penasihat presiden Brasil Celso Amorim.Panggilan telepon ini terjadi di tengah ketegangan yang disebabkan oleh keputusan Trump untuk mengenakan tarif 50 persen pada sejumlah produk Brasil per 6 Agustus lalu.Trump menunjuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk menindaklanjuti masalah tersebut melalui negosiasi dengan Alckmin, Vieira, dan Haddad.Kedua pemimpin sepakat untuk segera bertemu langsung, dan Brasil menegaskan kembali undangannya kepada Trump untuk berpartisipasi dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB tahun ini yang akan diadakan di Kota Belem di Amazon pada November.Kemungkinan pertemuan langsung antara Lula dan Trump diumumkan bulan lalu oleh presiden AS selama Sidang Umum PBB di New York City, setelah pertemuan singkat antara keduanya, di mana keduanya saling menyapa dan sepakat untuk mengadakan perundingan.Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan dirinya "menikmati percakapan tersebut," yang dinilainya "sangat bagus," sementara Alckmin mengatakan kepada wartawan usai panggilan telepon tersebut bahwa percakapan kedua belah pihak berjalan "lebih baik dari yang diharapkan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Microsoft rilis laporan keuangan Q1 tahun fiskal 2025, bukukan kenaikan pendapatan 16 persen
Indonesia
•
01 Nov 2024

China tegas tolak kenaikan tarif AS untuk barang-barang China
Indonesia
•
15 May 2024

Perekonomian Jepang hadapi tantangan di tengah peningkatan kembali kasus COVID-19
Indonesia
•
22 Aug 2022

Ekonom Thailand sebut RCEP akan topang perdagangan-investasi regional
Indonesia
•
11 Jan 2022


Berita Terbaru

Feature – Kesepian jadi peluang bisnis, pasar mainan AI China tumbuh pesat, tembus 2,32 triliun rupiah
Indonesia
•
01 Nov 2026

Malaysia rugi 35,7 triliun rupiah akibat karhutla, 1.600 kematian dikaitkan dengan asap lintas batas
Indonesia
•
30 Oct 2026

Perubahan iklim ancam pangan Asia Tenggara, produksi padi turun 5 persen, jagung 6 persen
Indonesia
•
30 Oct 2026

Fokus Berita – SANY Indonesia Finance bidik pelanggan konstruksi dan tambang, siapkan perluasan jaringan di Tanah Air
Indonesia
•
30 Oct 2026
