
Perekonomian Jepang hadapi tantangan di tengah peningkatan kembali kasus COVID-19

Orang-orang yang mengenakan masker melintas di sebuah jalan di Tokyo, Jepang, pada 29 Juli 2022. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Perekonomian Jepang sedang mengalami kelangkaan tenaga kerja yang parah karena ratusan ribu orang yang baru terinfeksi dan kontak dekat terpaksa tinggal di rumah untuk menjalani karantina setiap hari dan memengaruhi pengoperasian normal pabrik-pabrik sehingga memperburuk kendala di sisi pasokan.
Jakarta (Indonesia Window) – Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang meningkat 2,2 persen secara tahunan pada periode April-Juni 2022, kata Kantor Kabinet negara itu baru-baru ini, tetapi sejumlah analis meyakini bahwa perekonomian Jepang, yang kurang memperoleh momentum, menghadapi banyak tantangan di masa mendatang.Data itu menandai kenaikan sebesar 0,5 persen dari kuartal sebelumnya, tetapi peningkatan tersebut berada di bawah ekspektasi pasar.Pertumbuhan Jepang pada kuartal itu sepenuhnya didorong oleh permintaan dalam negeri, yang menyumbang 0,5 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi, tunjuk data resmi.Di sisi permintaan eksternal, kontribusi pertumbuhan ekspor sepenuhnya diimbangi oleh lonjakan tajam impor, akibat tingginya harga energi dan komoditas sumber daya.Pada kuartal kedua 2022, sektor jasa Jepang, termasuk layanan makan di luar (dining out) dan akomodasi hotel, mulai pulih dengan cepat dan konsumsi pribadi tumbuh 1,1 persen secara bulanan (month on month), papar data resmi.Investasi peralatan oleh perusahaan, industri pilar lainnya dalam permintaan dalam negeri, meningkat 1,4 persen dari penurunan yang tercatat pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, pada basis bulanan, investasi residensial turun lebih jauh dari kuartal sebelumnya, yakni 1,9 persen.Konsumsi pribadi, yang menyumbang lebih dari separuh perekonomian Jepang, menunjukkan pertumbuhan yang lambat pada kuartal kedua 2022 tanpa adanya rebound yang diharapkan, menurut sejumlah media dan analis setempat.Menurut survei yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, pendapatan rumah tangga riil turun 2 persen pada kuartal kedua 2022 dari setahun sebelumnya, sementara belanja konsumen riil turun 0,7 persen.Sejumlah pakar menyatakan bahwa turunnya pendapatan riil di Jepang akan mengurangi pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan harga, dan pemulihan perekonomian negara tersebut masih menghadapi banyak tantangan di tengah berbagai risiko dari dalam dan luar negeri.Di tengah gelombang ketujuh penularan COVID-19, Jepang melaporkan 1.395.301 kasus dalam sepekan dari 8 hingga 14 Agustus, jumlah kasus baru pekanan tertinggi di dunia selama empat pekan berturut-turut, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Meski pemerintah belum mengambil tindakan apa pun untuk membatasi kegiatan ekonomi, banyak konsumen yang masih menjalani pembatasan untuk berbelanja di luar.Perekonomian Jepang sedang mengalami kelangkaan tenaga kerja yang parah karena ratusan ribu orang yang baru terinfeksi dan kontak dekat terpaksa tinggal di rumah untuk menjalani karantina setiap hari dan memengaruhi pengoperasian normal pabrik-pabrik sehingga memperburuk kendala di sisi pasokan.Sejumlah analis di Jepang juga menyatakan bahwa resesi pada perekonomian Amerika Serikat (AS) juga akan memperburuk lingkungan bagi pertumbuhan dunia.Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 menjadi 3,2 persen, saat pelambatan cepat ekonomi AS pasti akan menghantam ekonomi global.
Orang-orang melintas di sebuah jalan di Tokyo, Jepang, pada 26 Juni 2022. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian ungkap dampak positif investasi China di Zimbabwe
Indonesia
•
19 Oct 2022

Goji berry yang digunakan dalam pengobatan tradisional China raih popularitas global
Indonesia
•
18 Jun 2024

Dukung UMKM, Mendag targetkan penjualan produk lokal 50 persen dari total transaksi di Harbolnas
Indonesia
•
09 Sep 2025

Filipina kirim ekspor pertama durian segar ke China
Indonesia
•
09 Apr 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
