
Indonesia-China jajaki peluang kerja sama di bidang farmasi dan pengawasan obat

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengunjungi Tsinghua Changgung Hospital untuk menyaksikan penerapan AI dalam layanan kesehatan di Beijing, China, pada 4 November 2025. (Sumber: BPOM)
BPOM berkomitmen untuk mengadopsi layanan kesehatan berbasis AI dalam sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia agar lebih responsif terhadap tantangan zaman.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Sepanjang pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengunjungi sejumlah institusi dan perusahaan farmasi China dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang farmasi dan pengawasan obat.Dalam kunjungan ke Universitas Tsinghua, BPOM membahas peluang kerja sama di bidang riset regulasi, pengobatan presisi, dan inovasi produk kesehatan. BPOM berharap lebih banyak ilmuwan muda Indonesia dapat belajar di Universitas Tsinghua dan membawa pulang pengetahuan untuk membangun ekosistem kesehatan nasional.Pada hari yang sama, BPOM juga mengunjungi rumah sakit Universitas Tsinghua, Tsinghua Changgung Hospital, untuk mempelajari penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam layanan kesehatan."Kami melihat langsung bagaimana AI mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. BPOM berkomitmen untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia agar lebih responsif terhadap tantangan zaman," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangannya.BPOM juga bertemu dengan sejumlah akademisi di bidang pengobatan tradisional China (traditional Chinese medicine/TCM) dan menyampaikan keinginan untuk memperkuat kolaborasi dengan institusi serta ahli TCM China dalam pengembangan pengetahuan, uji klinis, dan praktik regulasi di bidang TCM dan jamu Indonesia. Peluang kerja sama lainnya meliputi peningkatan kapasitas akupunktur, pengobatan integratif, standardisasi herbal, serta manajemen kesehatan yang mendukung pengembangan obat tradisional.BPOM turut menjajaki peluang kerja sama dengan Beijing Tiantan Hospital dalam riset bersama terkait stroke dan penyakit neurologis, serta pertukaran keahlian di bidang bedah saraf dan neurofarmakologi. Selain itu, kedua lembaga juga melihat peluang kerja sama dalam peningkatan kapasitas evaluasi uji klinis, pengembangan infrastruktur riset berbasis rumah sakit, serta studi kolaboratif mengenai terapi inovatif dan regeneratif untuk penyakit neurodegeneratif.Rombongan BPOM juga mengunjungi dua perusahaan farmasi dan bioteknologi China, yakni China Shijiazhuang Pharmaceutical Company (CSPC) Pharmaceutical Co. Ltd dan CanSino Biologics Inc (CanSinoBio). Kedua perusahaan memiliki kemitraan dengan industri farmasi di Indonesia. CanSinoBio bekerja sama dengan mitra lokal dalam pengembangan vaksin inhalasi tuberkulosis (berbasis vektor adenovirus tipe 5) dan vaksin konjugat meningokokus tetravalen. Sementara itu, CSPC melalui kemitraan dengan perusahaan farmasi lokal Kalbe Farma akan segera memasok obat n-butylphthalide (NBP) untuk terapi stroke iskemik.BPOM kemudian melakukan pertemuan dengan Tianjin Medical Products Administration (TJMPA) untuk memperkuat kolaborasi regulasi, memperluas pertukaran informasi, serta mendorong sinergi antara industri bioteknologi kedua negara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap penurunan salinitas danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
06 Aug 2023

Taiwan kenalkan setelan eksoskeleton bertenaga militer
Indonesia
•
26 Oct 2021

Studi sebut perubahan iklim akan lemahkan energi angin Timur Tengah
Indonesia
•
26 May 2025

Pameran teknologi Dubai soroti kecerdasan buatan dalam layanan haji
Indonesia
•
22 Oct 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
