
Jubir Kemenlu China jelaskan buku putih soal kontrol fentanil

Ilustrasi. (Myriam Zilles on Unsplash)
Buku putih tentang kontribusi China dalam mengontrol zat-zat terkait fentanil memberikan tinjauan otoritatif atas pekerjaan luar biasa yang telah dilakukan negara tersebut, langkah-langkah inovatif yang telah diambil, dan pengalamannya di bidang tersebut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Selasa (4/3) mengatakan buku putih tentang kontribusi China dalam mengontrol zat-zat terkait fentanil memberikan tinjauan otoritatif atas pekerjaan luar biasa yang telah dilakukan negara tersebut, langkah-langkah inovatif yang telah diambil, dan pengalamannya di bidang tersebut.Buku putih yang dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara China pada Selasa itu mencakup sejumlah aspek, yaitu menjamin pengawasan terhadap obat-obatan terkait fentanil, menindak keras kejahatan terkait fentanil, menegakkan kontrol ketat terhadap prekursor zat-zat terkait fentanil, mempercepat penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi, mengadopsi langkah-langkah komprehensif untuk kontrol obat yang lebih efisien, serta mempromosikan tata kelola global zat-zat terkait fentanil.Jubir tersebut mengatakan dokumen ini akan membantu masyarakat dari berbagai sektor dan komunitas internasional untuk memahami posisi, kebijakan, dan pencapaian China di bidang ini "secara menyeluruh, mendalam, dan objektif."Dengan visi komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, China selalu dengan sungguh-sungguh memenuhi kewajiban internasionalnya dalam bidang kontrol obat dan berpartisipasi dalam urusan pemberantasan narkotika internasional secara mendalam, tetap berkomitmen penuh untuk memajukan tata kelola kontrol obat global, dan melakukan upaya tanpa henti untuk bekerja sama dengan negara-negara lain dalam menanggapi tantangan baru yang ditimbulkan oleh isu fentanil, ungkap sang jubir."Semua orang kini dapat menyaksikan pencapaian yang telah diraih ini," ujar jubir tersebut.Jubir Kemenlu China itu mengungkapkan Amerika Serikat (AS) menyebarkan semua jenis informasi palsu tentang isu fentanil, mencemarkan nama baik dan mengambinghitamkan China, serta menaikkan tarif impor China atas fentanil. "Langkah seperti itu tidak dapat dibenarkan dan tidak akan menguntungkan," ujar jubir tersebut.Jubir itu menambahkan China siap melakukan kerja sama praktis dengan pihak AS berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati."Namun, kami dengan tegas menentang sikap AS yang menekan, mengancam, dan memeras China dengan dalih isu fentanil. Kami mendesak AS untuk menghormati fakta, mempertimbangkan kepentingannya sendiri, dan membuat pilihan yang tepat," ujar sang jubir.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jembatan tertinggi di dunia rampung pada pertengahan 2025 di China barat daya
Indonesia
•
29 Dec 2023

Konferensi Robot Dunia 2023 akan digelar di Beijing
Indonesia
•
06 Jul 2023

Pakar sebut mengonversi CO2 jadi karbohidrat dapat redam perubahan iklim
Indonesia
•
05 Jun 2023

COVID-19 – Lima relawan lebih 60 tahun diinokulasi dengan EpiVacCorona Rusia
Indonesia
•
26 Nov 2020


Berita Terbaru

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Pengelolaan ternak temporal solusi konflik manusia-satwa liar
Indonesia
•
12 Mar 2026
