
Studi: Biomassa global ternak 10 kali lebih berat dibandingkan mamalia liar

Foto yang diabadikan pada 18 Februari 2023 ini menunjukkan sapi-sapi di mesin pemerah susu berputar di sebuah peternakan sapi perah di Wuwei, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Fan Peishen)
Biomassa mamalia hasil domestikasi, termasuk sapi, domba, dan babi, mencapai sekitar 630 juta ton, lebih dari 30 kali bobot semua mamalia darat liar yang sekitar 20 juta ton, dan lebih dari 15 kali lipat dari mamalia laut liar yang sekitar 40 juta ton.
Yerusalem (Xinhua) – Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa total bobot ternak dan mamalia hasil domestikasi lainnya lebih dari 10 kali lipat lebih berat dibandingkan seluruh mamalia liar di dunia, menurut studi baru di Israel yang dirilis pada Senin (27/2).Dalam studi yang dirilis di jurnal PNAS itu, tim peneliti dari Weizmann Institute of Science (WIS) di Israel tengah menemukan bahwa biomassa mamalia hasil domestikasi, termasuk sapi, domba, dan babi, mencapai sekitar 630 juta ton, lebih dari 30 kali bobot semua mamalia darat liar yang sekitar 20 juta ton, dan lebih dari 15 kali lipat dari mamalia laut liar yang sekitar 40 juta ton.
Dua ekor anak gajah Afrika bermain di Basis Konservasi Ex-situ Nasional Chimelong untuk Tumbuhan dan Satwa Liar Dunia yang Terancam Punah di Qingyuan, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 3 November 2022. (Xinhua/Huang Guobao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Reruntuhan makam dan sumur berusia lebih dari 4.500 tahun ditemukan di China timur
Indonesia
•
30 Nov 2023

‘Internet of Things’ dalam ‘precision agriculture’
Indonesia
•
17 Sep 2020

Populasi gajah Afrika susut 70 persen dalam 50 tahun terakhir
Indonesia
•
16 Nov 2024

Great Barrier Reef memutih karena suhu laut semakin tinggi
Indonesia
•
19 Mar 2022


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
