
Penelitian: Metana dari kebocoran pipa Nord Stream berpotensi ancam ekosistem

Foto dari udara yang disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia (Swedish Coast Guard) pada 28 September 2022 ini menunjukkan kebocoran gas di jalur pipa Nord Stream 1. (Xinhua/Swedish Coast Guard)
Metana dari kebocoran pipa Nord Stream di dasar Laut Baltik yang terjadi lebih dari dua bulan lalu, tidak naik ke atmosfer, namun larut dalam air dan menyebar mengikuti arus, sehingga berpotensi merusak ekosistem.
Stockholm, Swedia (Xinhua) – Lebih dari dua bulan setelah kebocoran gas pertama di jalur pipa Nord Stream dilaporkan, tingkat metana masih tinggi dan berpotensi menimbulkan ancaman bagi ekosistem, demikian disampaikan para peneliti di sebuah universitas Swedia pada Ahad (11/12).Penelitian menunjukkan bahwa "sebagian besar gas metana yang bocor dari jalur pipa di dasar Laut Baltik tersebut tidak naik ke atmosfer. Sebaliknya, metana larut dalam air dan menyebar mengikuti arus," ujar University of Gothenburg dalam sebuah siaran pers."Dalam dua pekan pertama, kami melihat tingkat metana yang sangat tinggi, hampir terlalu tinggi untuk diukur oleh sensor kami dan mungkin hingga seratus kali lebih tinggi dari tingkat normal. Baru sekarang kami melihat penurunan kembali ke level normal, namun demikian kami bahkan terkadang masih melihat sisa-sisa metana yang sangat tinggi," kata Bastien Queste, seorang ahli kelautan di universitas tersebut.
Foto dari udara yang disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia (Swedish Coast Guard) pada 28 September 2022 ini menunjukkan kebocoran keempat di jalur pipa Nord Stream 2 di zona ekonomi eksklusif Swedia. (Xinhua/Swedish Coast Guard)
Foto dari udara yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Denmark pada 27 September 2022 ini memperlihatkan lokasi kebocoran jalur pipa gas Nord Stream. (Xinhua/Kementerian Pertahanan Denmark)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Awak Artemis II akan kembali ke Bumi
Indonesia
•
10 Apr 2026

Peneliti Kementerian ESDM kembangkan anoda baterai berbahan dasar batu bara
Indonesia
•
11 Jan 2021

Wahana antariksa Chang'e-6 milik China bawa pulang sampel pertama dari sisi jauh Bulan ke Bumi
Indonesia
•
26 Jun 2024

Sejumlah fasilitas observasi astronomi baru didirikan di China barat laut
Indonesia
•
01 May 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
