Berlomba-lomba menyantuni anak yatim di bulan suci Ramadhan 1444 H

Pemimpin dan Penanggung Jawab Pesantren Khusus Yatim As-Asyafi'iah Prof. Dr. Dailami Firdaus memberikan sambutan saat penyerahan santunan bagi para santri yatim pesantren itu pada Ahad, 16 April 2023 di Graha Alawiyah, Jatiwatingin, Bekasi. (Foto: Istimewa)
Oleh Mohammad Anthoni
Menyantuni anak yatim merupakan suatu hal yang dianjurkan, bahkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam akan menjamin masuk surga kepada orang-orang yang mau menanggung hidup golongan anak-anak tersebut.
Jakarta (Indonesia Window) – Pengasuh dan penanggung jawab Pesantren Khusus Yatim As-Syafiiyah Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH, LLM MBA dan adik-adiknya tampil bersama di hadapan undangan dan anak yatim asuhan pesantren itu sekitar dua jam jelang adzan maghrib akhir pekan lalu.Setelah memberikan kata pengantar, Prof. Dailami memanggil adik-adiknya; Hj. Nurfitria Farhana MM, Hj, Lily Kamalia Ichsana, Hj. Dr. Syifa Fauzia satu persatu untuk diperkenalkan kepada hadirin dan meminta mereka menceritakan tugasnya masing-masing mulai dari menangani kegiatan hari-hari di asrama terkait santri dan para pengajarnya, urusan pendidikan, administrasi dan keuangan.Mereka merupakan penerus perjuangan para pendiri yakni KH Abdullah Syafi’ie, ibunda Prof. Dr, Hj, Tutty Alawiyah AS, MA dan ayahanda H.A.Chatib Naseh tanpa mengenal lelah.Sejak ditinggal ibunda Hj. Tutty Alawiyah AS yang wafat pada Kamis, 4 Mei 2016, dan setahun kemudian kakaknya Reza, berbagai pembenahan terus dilakukan.Di bidang fisik, pembangunan dan kegiatan rehabilitasi dilaksanakan, di bidang pendidikan beberapa guru yang bertaraf internasional diangkat dan para santri menorehkan prestasi dalam disain robotik, misalnya.Saat itu Pesantren Khusus Yatim As-Syafi’iyah yang pendiriannya secara resmi ditetapkan pada 10 Januari 1978 menyelenggarakan perhelatan buka bersama, pembagian paket lebaran 1444H dan hadiah bagi santri berprestasi di Graha Alawiyah, komplek perguruan As-Syafiiyah, Jl. Raya Jatiwaringin No. 11, Pondok Gede, Bekasi.Prof. Dailami mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang selalu diselenggarakan setiap tahun. “Kali ini sangat istimewa. Karena, selain pembagian paket lebaran juga penyerahan hadiah bagi siswa yang berprestasi di berbagai lomba,” katanya.Santunan yang diberikan berupa paket lebaran dan hadiah uang kepada seluruh santri khusus yatim tersebut yang berasal dari berbagai provinsi di seluruh Tanah Air.Selama di asrama, para santri tidak hanya belajar pendidikan umum dan agama secara formal mulai dari tingkat SD, SLTP dan SLTA tetapi juga mengikuti pendidikan informal seperti ketrampilan.Mereka yang telah lulus dari SLTA mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Islam AS-Syafiiyah hingga sarjana, bahkan ada di antara mereka yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri.Pada kesempatan tersebut, Prof. Dailami yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi DKI Jakarta sempat memaikan piano mengiringi lagu-lagu yang disendandungkan oleh para yatim.“Terpaksa,” tutur Prof. Dailami berseloroh, “Saya harus turun gunung memaikan piano mengiringi lagu yang dilantunkan para yatim ini. Karena pianis yang bertugas tiba-tiba sakit,” tambahnya yang juga Ketua Dewan Penasehat Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).Untunglah, lanjut Prof. Dailami yang biasa disapa Bang Ferdy, saat di SMA dulu ia sempat ikut les piano. Jadi untuk mengiringi para anak yatim menyenandungkan lagu tersebut ia hanya butuh waktu sebentar untuk berlatih menyesuaikan nada.Buka bersama dan pembagian paket lebaran untuk anak-anak yatim tersebut berlangsung semarak.Acara yang dimulai sejak jam 16.00 WIB itu diisi dengan berbagai pertunjukkan seni. Di antaranya lagu-lagu religi oleh anak-anak yatim. Penampilan badut dan lawakan oleh Jarwo Kuat yang menghibur anak-anak. Tampil juga grup penyanyi dari Ambon yang menyendandunghkan lagu yang sedang viral di tik-tok.
Para santri Pesantren Khusus Yatim As-Asyafi'iah menyanyikan sebuah lagu sebelum penyerahan santunan Ahad (16 April 2023) di Graha Alawiyah, Jatiwaringin, Bekasi. (Foto: Istimewa)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Data: Biaya eksplorasi energi Indonesia satu persen dari perusahaan kelas dunia
Indonesia
•
16 Nov 2020

Indonesia luncurkan Bali Statement di COP28, soroti tenaga hidro untuk ekonomi rendah karbon
Indonesia
•
04 Dec 2023

Diplomat China sebut kerja sama China-Rusia-Indonesia kondusif bagi perdamaian kawasan
Indonesia
•
13 Jul 2023

Jurnalis Muslim Indonesia, Asosiasi Travel Halal Indonesia jalin kerja sama
Indonesia
•
03 Nov 2022
Berita Terbaru

Dubes Sudan yakinkan negaranya aman untuk bisnis, undang investasi Indonesia
Indonesia
•
04 Feb 2026

Senapan angin dinilai jadi biang kerok hilangnya satwa endemik Indonesia
Indonesia
•
02 Feb 2026

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026
