Year Ender – Maskot fauna Kalimantan Selatan, bekantan terancam punah

Maskot fauna Kalimantan Selatan, bekantan (proboscis monkey) terancam punah. (Jochen Menner, TSI Prigen)
Bekantan adalah spesies indikator ekosistem lahan basah, jika populasinya masih banyak, berarti ekosistem lahan basahnya masih baik.
Banjarmasin (Indonesia Window) – Dengan status endangered (terancam punah), bekantan dipilih sebagai fokus konservasi, meskipun sudah ada kebijakan pemerintah.Hal tersebut diungkapkan oleh Amalia Rezeki, dosen biologi di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kalimantan Selatan, saat memberi paparan materi tentang konservasi bekantan kepada sejumlah siswa SMA Taruna Nusantara di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 21 Desember 2025.Menurut Amalia, bekantan (Nasalis larvatus) termasuk salah satu dari 25 spesies prioritas nasional yang memiliki strategi dan rencana aksi konservasi, meskipun dokumen tersebut perlu evaluasi dan pembaruan.Bekantan menjadi penting karena hewan mamalia tersebut adalah spesies indikator ekosistem lahan basah, katanya seraya menambahkan, jika populasi primata tersebut masih banyak, berarti ekosistem lahan basahnya masih baik.“Ekosistem lahan basah sendiri sangat penting bagi manusia karena berperan dalam menyerap karbon dan menahan laju perubahan iklim karena hutan lahan basah menyimpan karbon tidak hanya melalui pepohonan, tetapi juga melalui lumpur dan serasah daun yang jatuh. Jika hutan lahan basah rusak, karbonakan naik ke atmosfer dan menyebabkan peningkatan suhu serta perubahan iklim,” ungkapnya.Selain itu, serasah daun yang jatuh menjadi sumber makanan bagi ikan dan udang, yang kemudian menjadi sumber mata pencaharian masyarakat nelayan, katanya, seraya menjelaskan, semua ini menunjukkan bahwa siklus kehidupan saling berkaitan.Lebih lanjut Amalia mengatakan, bekantan juga berperan penting dalam regenerasi hutan, karena pergerakannya dari satu cabang ke cabang lain membantu membuka tajuk pohon sehingga cahaya matahari masuk dan mendukung pertumbuhan tumbuhan bawah.Primata berhidung panjang dan besar tersebut memakan pucuk daun dan buah-buahan. Aktivitas ini merangsang pertumbuhan pohon dan membantu penyebaran biji melalui kotorannya, sehingga hewan karismatik tersebut berperan sebagai agen regenerasi hutan dan agen biodiversitas.Karena peran gandanya tersebut, bekantan disebut sebagai spesies kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem lahan basah, ujar dosen ULM tersebut.Satwa dilindungiBekantan juga merupakan satwa liar yang dilindungi oleh berbagai kebijakan, mulai dari Peraturan Menteri LHK Tahun 2018, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 yang mengatur sanksi pidana dan denda, hingga Peraturan Pemerintah tentang kesejahteraan hewan.“Masyarakat tidak diperbolehkan memelihara, memperdagangkan, atau mengonsumsi bekantan. Selain merusak ekosistem, pemeliharaan satwa liar juga berisiko menimbulkan penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia,” jelas Amalia.Upaya pelestarian Bekantan dilakukan melalui berbagai program, mulai dari edukasi, rescue dan evakuasi saat kebakaran hutan, hingga rehabilitasi dan pelepasliaran.Kebakaran hutan besar pada 2015 menjadi momentum penting karena banyak bekantan dan satwa lain menjadi korban, dia mengingatkan.Selain itu, dilakukan pemantauan populasi yang menunjukkan bahwa populasi bekantan cenderung meningkat di kawasan konservasi, namun menurun di luar kawasan konservasi.Di beberapa wilayah, termasuk Kota Banjarmasin, bekantan bahkan sudah mengalami kepunahan lokal.Untuk menyelamatkan bekantan, kunci utamanya adalah menyelamatkan habitatnya melalui restorasi ekosistem, khususnya mangroves (bakau) dan hutan lahan basah, Amalia menerangkan, seraya menambahkan, restorasi tidak sekadar menanam pohon, tetapi memulihkan fungsi ekosistem secara menyeluruh.Edukasi Edukasi kepada masyarakat mencakup pemahaman bahwa menjaga pohon di bantaran sungai akan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi intrusi air laut dan serangan hama.Selain itu, dikembangkan pula ekowisata bekantan sebagai upaya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi.Lebih lanjut Amalia mengatakan, ekowisata ini berbeda dari wisata alam biasa karena menempatkan pelestarian lingkungan sebagai nilai utama. Melalui penelitian, edukasi, restorasi habitat, dan ekowisata, diharapkan bekantan dan ekosistem lahan basah Kalimantan dapat lestari.Dalam kehidupan sosialnya, bekantan hidup berkelompok dan menunjukkan perilaku yang harmonis. Mereka tidak agresif, tidak berebut wilayah, dan pemimpin kelompok dipilih secara alami tanpa konflik.Betina memiliki peran pengasuhan kolektif, bahkan betina muda sering membantu menjaga anak-anak. Sementara pemimpin kelompok bertugas melindungi anggota yang lebih lemah, termasuk saat berpindah tempat. Karena sifatnya yang tenang, protektif, dan berwibawa, bekantan sering disebut sebagai primata karismatik dan dijadikan simbol kepemimpinan yang harmonis.Bayi bekantan lahir dengan warna hitam dan akan berubah menjadi kuning seiring bertambahnya usia. Bekantan memiliki tingkat reproduksi yang lambat karena masa pengasuhan anaknya panjang dan penuh perhatian.Semua karakteristik ini membuat bekantan sangat rentan terhadap gangguan lingkungan, sekaligus menjadikannya simbol penting dalam upaya pelestarian alam dan kehidupan yang seimbang.Bekantan memiliki sistem reproduksi yang sangat terbatas. Dalam satu kali melahirkan, induk betina hanya menghasilkan satu anak. Namun, proses kawin tidak selalu berujung pada kelahiran anak, terutama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung.Jika habitatnya mengalami tekanan, bising, atau stres akibat gangguan manusia dan alih fungsi lahan, maka meskipun terjadi perkawinan atau kopulasi, belum tentu bekantan akan bereproduksi.Situasi ini mirip dengan manusia, di mana tingkat stres dapat memengaruhi kesiapan untuk memiliki keturunan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kekerasan senjata api tewaskan 28 anak dan remaja di AS setiap hari
Indonesia
•
15 Oct 2022

Komentar Xinhua: Vitalisasi pedesaan jadi prioritas dalam agenda 2023 China
Indonesia
•
16 Feb 2023

China akan tingkatkan ekonomi perak di tengah populasi yang menua
Indonesia
•
11 Mar 2024

Mengemis di Saudi dihukumi penjara satu tahun dan denda 379,9 juta rupiah
Indonesia
•
24 Sep 2021
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
