
Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan

Sejumlah wisatawan China mengunjungi daerah Cappadocia di Turkiye pada 4 Januari 2026. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Istanbul, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Turkiye menerima hampir 245.000 pengunjung dari China pada paruh pertama (H1) tahun ini, menjadikan China sebagai pasar pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di negara tersebut, seperti disampaikan Badan Promosi dan Pengembangan Pariwisata Turkiye kepada Xinhua pada Senin (10/8).
Data dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye menunjukkan bahwa jumlah pengunjung dari China meningkat 28,05 persen secara tahunan (year on year) dalam enam bulan pertama tahun ini, menurut badan itu.
"Peningkatan 28,05 persen ini merupakan tingkat pertumbuhan tertinggi di antara pasar pariwisata Turkiye pada H1 tahun ini, menjadikan China sebagai pasar dengan pertumbuhan terkuat," kata badan tersebut.
Pertumbuhan di pasar China terlihat menonjol dibandingkan kinerja pariwisata Turkiye secara keseluruhan. Negara itu menerima total 25,7 juta pengunjung pada H1 tahun ini, turun 2,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sinan Seha Turkseven, manajer umum badan tersebut, mengatakan lonjakan itu merupakan indikator positif bagi strategi pariwisata jangka panjang Turkiye seiring negara tersebut mengejar tujuan untuk menyambut satu juta pengunjung China.
"Untuk mendukung visi ini, kami mengambil langkah-langkah konkret guna memperdalam minat di kalangan pelancong China dan mendiversifikasi pengalaman mereka di Turkiye," ujarnya kepada Xinhua.
Turkiye memperkenalkan pembebasan visa untuk warga negara China yang memegang paspor biasa pada 2 Januari 2026, sementara koneksi penerbangan langsung dengan kota-kota besar di China juga telah diperluas dalam beberapa tahun terakhir.
Inisiatif lain yang menargetkan pasar China termasuk peluncuran seksi khusus berbahasa Mandarin di GoTurkiye, platform resmi promosi pariwisata Turkiye, serta sertifikasi ‘China-Friendly Airport’ di Bandar Udara Istanbul, yang menampilkan papan petunjuk berbahasa Mandarin, layanan yang didukung secara digital, dan staf yang dapat berbahasa Mandarin.
Serangkaian kegiatan promosi, termasuk Festival Tahun Kuda China yang diadakan di Cappadocia pada Februari, juga membantu meningkatkan visibilitas Turkiye di kalangan pelancong China, menurut Turkseven.
Irfan Karsli, pemilik Ligarba Travel Agency sekaligus ketua Asosiasi Kebudayaan Turkiye-China, mengatakan pembebasan visa telah meningkatkan minat pelancong China terhadap Turkiye.
Pencarian tentang Turkiye di platform perjalanan utama China telah meningkat secara signifikan, katanya. "Kami melihat peningkatan permintaan yang jelas, dan kami memperkirakan tren kenaikan ini akan terus berlanjut."
Peningkatan tersebut juga terlihat di sektor pariwisata budaya Turkiye. Rahmi Asal, Direktur Museum Arkeologi Istanbul, mengatakan kepada Xinhua bahwa wisatawan China kini termasuk di antara kelompok pengunjung asing terbesar yang mengunjungi museum itu pada tahun ini.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Uni Eropa usulkan kesepakatan industri bersih untuk dorong transisi energi
Indonesia
•
28 Feb 2025

Pertumbuhan pendapatan medsos diperkirakan melambat saat TikTok dan Apple bersaing
Indonesia
•
21 Jul 2022

Pertemuan Tahunan WEF desak kerja sama di tengah ketidakpastian ekonomi global
Indonesia
•
16 Jan 2024

Merek-merek China bidik pertumbuhan tingkat lanjut di Jepang
Indonesia
•
14 Feb 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
