
Konflik timur tengah uji daya tahan Asia-Pasifik

Orang-orang berbelanja di sebuah supermarket di Wellington, Selandia Baru, pada 18 Juli 2022. (Xinhua/Guo Lei)
Pertumbuhan regional di kawasan Asia dan Pasifik yang berkembang diperkirakan akan sedikit melambat menjadi 5,1 persen pada 2026 dan 2027, dari angka 5,4 persen pada 2025.
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah meningkatkan risiko geopolitik global dan mempertinggi risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik yang sedang berkembang, sebut laporan terbaru yang dirilis oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) pada Jumat (10/4).
Prospek Pembangunan Asia (Asian Development Outlook) April 2026 memproyeksikan bahwa berdasarkan skenario stabilisasi awal, pertumbuhan regional di kawasan Asia dan Pasifik yang berkembang diperkirakan akan sedikit melambat menjadi 5,1 persen pada 2026 dan 2027, dari angka 5,4 persen pada 2025.
Namun, jika gejolak di Timur Tengah berlanjut hingga kuartal ketiga 2026, pertumbuhan tersebut dapat melambat menjadi 4,7 persen pada 2026 dan 4,8 persen pada 2027.
Albert Park, kepala ekonom ADB, menuturkan harga energi yang kian tinggi akan meningkatkan biaya produksi dan harga konsumen, sementara pertumbuhan ekspor akan kembali normal menyusul front loading tahun lalu menjelang kenaikan tarif yang diberlakukan Amerika Serikat (AS). Park memperingatkan bahwa gangguan yang berkepanjangan akan memperburuk situasi inflasi dan kian membebani pertumbuhan di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Menurut perkiraan ADB, berdasarkan skenario stabilisasi awal, inflasi diproyeksikan mencapai 3,6 persen pada 2026 dan 3,4 persen pada 2027, naik dari 3 persen pada 2025. Namun, jika ketegangan di Timur Tengah berlanjut hingga kuartal ketiga 2026, inflasi berpotensi naik ke angka 5,6 persen pada tahun ini.
Laporan itu menyatakan bahwa meski keterlibatan perdagangan langsungnya dengan perekonomian-perekonomian Timur Tengah relatif kecil, kawasan Asia dan Pasifik yang sedang berkembang sangat rentan terhadap efek limpahan (spillover) yang disebarkan melalui pasar energi global, jaringan perdagangan dan transportasi, serta kondisi keuangan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Geometry C buatan China jadi mobil listrik terlaris di Israel pada 2022
Indonesia
•
04 Jan 2023

Wawancara: Pejabat IMF sebut Asia pusat kekuatan ekonomi global
Indonesia
•
26 Oct 2024

Ekonomi Malaysia turun jadi 3,7 persen pada 2023 di tengah tantangan global
Indonesia
•
17 Feb 2024

Kredit konsumen AS terus meningkat pada November 2022
Indonesia
•
10 Jan 2023


Berita Terbaru

Jaecoo kirim 16.000 unit EV untuk konsumen Indonesia
Indonesia
•
25 May 2026

Harga kontrak berjangka minyak mentah turun 5 persen seiring prospek kesepakatan AS-Iran
Indonesia
•
25 May 2026

Indeks Nikkei Jepang ditutup di atas 65.000 untuk kali pertama
Indonesia
•
25 May 2026

Pasar China akui Indonesia sebagai destinasi wisata terbaik
Indonesia
•
25 May 2026
