Bahrain jadi negara Arab ke-4 yang menormalisasi hubungan dengan Israel

Bahrain jadi negara Arab ke-4 yang menormalisasi hubungan dengan Israel
Ilustrasi. Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan Israel. (Hosny Salah from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Bahrain menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungan dengan Israel, menyusul Uni Emirat Arab (UEA) yang mengumumkan kesepakatan damai dengan bangsa penjajah tersebut pada 13 Agustus lalu.

Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui cuitan di akun Twitter-nya pada Jumat (11/9) setelah dia berbicara melalui telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Di akun Twitter-nya Trump mem-posting Pernyataan Bersama Amerika Serikat, Kerajaan Bahrain, dan Negara Israel, menyebut hubungan diplomatik penuh antara Bahrain dan Israel sebagai terobosan bersejarah untuk kelanjutan perdamaian di Timur Tengah.

Pernyataan itu mengatakan Bahrain, Israel dan AS akan melanjutkan upaya untuk mencapai resolusi yang adil, komprehensif, dan abadi untuk konflik Israel-Palestina untuk memungkinkan rakyat Palestina menyadari potensi penuh mereka.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kerajaan Bahrain menerima undangan Presiden Trump untuk bergabung bersama Isral dan UEA pada acara penandatanganan Deklarasi Perdamaian di Gedung Putih, Washington D.C pada 15 September 2020.

Deklarasi itu akan ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al-Zayani.

Seperti halnya perjanjian antara UEA dan Israel, kesepakatan Bahrain-Israel akan menormalisasi hubungan diplomatik, komersial, keamanan, dan hubungan lain antara kedua pihak.

Sebelumnya, Bahrain, bersama dengan Arab Saudi, telah mencabut larangan penerbangan Israel menggunakan wilayah udaranya.

Pernyataan bersama hari Jumat itu hanya menyebutkan secara sepintas tentang orang-orang Palestina, yang khawatir langkah Bahrain dan UEA akan melemahkan posisi pan-Arab lama yang menyerukan penarikan Israel dari wilayah yang sudah diduduki secara illegal, dan penerimaan negara Palestina dengan imbalan hubungan normal dengan negara-negara Arab.

Dengan Bahrain, sejauh ini sudah empat negara Arab, dari 22 negara, yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, yakni Mesir pada 1978, Yordania pada 1994 UEA pada 2020.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here