
Aston Martin akan pangkas hingga 20 persen tenaga kerjanya di tengah tekanan tarif AS

Pembalap Oman Ahmad Al Harthy dari tim ORT By TF mengendarai mobil balap Aston Martin Vantage AMR dalam sesi kualifikasi kategori LMGTE Am di ajang 6 Hours Of Spa-Francorchamps, putaran ketiga FIA World Endurance Championship (WEC) 2023, di Circuit de Spa-Francorchamps di Stavelot, Belgia, pada 28 April 2023. (Xinhua/Zheng Huansong)
Aston Martin melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar 363,9 juta poundsterling pada 2025, sementara pendapatannya anjlok 21 persen secara tahunan (yoy) menjadi 1,26 miliar poundsterling.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Produsen mobil mewah Inggris, Aston Martin Lagonda Global Holdings Plc, pada Rabu (25/2) menyampaikan bahwa pihaknya berencana memangkas jumlah tenaga kerjanya hingga 20 persen sebagai bagian dari program pengurangan biaya, dengan alasan meningkatnya tekanan eksternal, termasuk peningkatan tarif Amerika Serikat (AS).
Dalam laporan Full-Year Results Statement 2025, perusahaan itu mengatakan program restrukturisasi tersebut berpotensi berdampak terhadap hingga seperlima dari sekitar 3.000 karyawannya dan diperkirakan akan menghasilkan penghematan tahunan sekitar 40 juta poundsterling, dengan berbagai biaya sekali bayar (one-off cost) terkait mencapai sekitar 15 juta poundsterling.
*1 poundsterling = 22.742 rupiah
Rencana pemangkasan tersebut jauh lebih dalam dibanding upaya restrukturisasi sebelumnya yang diumumkan setahun yang lalu, saat produsen mobil itu menargetkan pengurangan sekitar 5 persen dari jumlah tenaga kerjanya.
CEO Aston Martin Lagonda Global Holdings Plc, Adrian Hallmark, menyampaikan bahwa perusahaan itu berupaya memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi dalam upaya untuk mengatasi kerugian selama bertahun-tahun dan memangkas beban utangnya. Dia mengatakan penerapan tarif AS yang lebih tinggi, penundaan peluncuran produk, isu kualitas, dan melemahnya permintaan di pasar-pasar utama di luar negeri telah mempersulit upaya pemulihan produsen mobil mewah tersebut, yang pasar terbesarnya adalah AS.
"Saya tidak ingin menyalahkan (Presiden AS) Donald Trump atas seluruh kesulitan kami, tetapi dia jelas merupakan bagian besar dari masalah yang kami hadapi tahun lalu," ujar Hallmark dalam sebuah wawancara media, merujuk pada dampak penerapan tarif terhadap kinerja perusahaan tersebut.
Menurut laporan tersebut, Aston Martin melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar 363,9 juta poundsterling pada 2025, sementara pendapatannya anjlok 21 persen secara tahunan (yoy) menjadi 1,26 miliar poundsterling. Perusahaan itu menutup tahun 2025 dengan utang bersih sekitar 1,38 miliar poundsterling dan kepemilikan kas sekitar 250 juta poundsterling.
Produsen otomotif tersebut menuturkan pihaknya memperkirakan arus kas bebas keluar (free cash outflow) akan membaik pada 2026, tetapi tidak mengantisipasi akan mencatat arus kas positif selama tahun itu. Pengiriman kendaraan pada 2026 diproyeksikan akan relatif sejalan dengan 5.448 unit yang dikirim pada 2025.
Aston Martin mengatakan peningkatan pengiriman model-model dengan harga yang lebih tinggi, termasuk supercar hibrida Valhalla, diperkirakan akan menopang kinerja keuangan pada tahun mendatang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Perdagangan maritim Myanmar naik 19,42 persen dalam lebih dari 10 bulan
Indonesia
•
21 Feb 2023

Pembangunan berkualitas tinggi jadi prioritas kerja ekonomi China tahun 2023
Indonesia
•
10 Mar 2023

Harga minyak naik, pasar pantau turunnya pasokan dari Rusia dan Libya
Indonesia
•
21 Apr 2022

China-Indonesia naik kelas di sektor energi, dari perdagangan batu bara ke teknologi tambang
Indonesia
•
09 Sep 2026


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
