
AS tolak visa pejabat timnas Iran, konflik politik bayangi Piala Dunia 2026

Para pemain Iran berpose untuk difoto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Zona Asia Grup A antara Qatar melawan Iran, di Stadion Jassim Bin Hamad di Doha, Qatar, pada 5 Juni 2025. (Xinhua/Nikku)
Iran tergabung di Grup G untuk ajang Piala Dunia, yang akan diselenggarakan di AS, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli. Timnas Iran dijadwalkan memulai laganya melawan Selandia Baru di Los Angeles, AS, pada 15 Juni, kemudian menghadapi Belgia di lokasi yang sama pada 21 Juni.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Federasi sepak bola Iran pada Sabtu (6/6) mengecam langkah pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menolak memberikan visa AS kepada sejumlah staf manajerial dan eksekutif tim nasional (timnas) Iran menjelang Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs jejaringnya, federasi sepak bola Iran menggambarkan langkah pemerintah AS tersebut sebagai tindakan yang "tidak sportif, sepenuhnya bermotif politis, dan bertentangan dengan hukum olahraga internasional."
Federasi tersebut menyampaikan bahwa Iran telah menindaklanjuti masalah ini melalui FIFA, yang berwenang sebagai badan yang bertanggung jawab mengambil tindakan dan memfinalisasi penerbitan visa bagi staf manajerial, eksekutif, teknis, dan pendukung timnas Iran, "yang saat ini berada di kamp dan sangat dibutuhkan oleh timnas."
Federasi sepak bola Iran juga menambahkan bahwa melalui tindakan "diskriminatif dan terarahnya" terhadap timnas sepak bola Iran, negara tuan rumah telah menciptakan "lingkungan yang diskriminatif dan tidak adil, yang merupakan bentuk campur tangan politik dalam olahraga dengan cara yang paling buruk."
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Jumat (5/6), Duta Besar AS untuk Turkiye Tom Barrack mengonfirmasi penerbitan visa bagi anggota timnas sepak bola Iran.
Dia mengatakan, "Saya bangga terhadap tim kami yang luar biasa di Kedutaan Besar AS di Ankara atas kerja mereka dalam memproses visa bagi timnas sepak bola Iran dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia FIFA di AS. Olahraga melampaui batas-batas negara, dan kami menantikan untuk menyambut para peserta serta penggemar dari seluruh dunia."
Menurut situs berita olahraga Iran, Varzesh3, di antara mereka yang tidak mendapatkan visa adalah presiden federasi sepak bola Iran Mehdi Taj, direktur eksekutif timnas Iran Mehdi Kharati, sekretaris jenderal federasi sepak bola Iran Hedayat Mombini, dan direktur media untuk timnas Iran Mohsen Motamedkia.
Iran tergabung di Grup G untuk ajang Piala Dunia, yang akan diselenggarakan di AS, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli. Timnas Iran dijadwalkan memulai laganya melawan Selandia Baru di Los Angeles, AS, pada 15 Juni, kemudian menghadapi Belgia di lokasi yang sama pada 21 Juni. Laga terakhir mereka di fase grup akan berlangsung pada 26 Juni melawan Mesir di Seattle, AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia: Proses perdamaian Israel-Palestina berpotensi gagal
Indonesia
•
31 Dec 2020

Jajak pendapat cerminkan perpecahan partisan tentang demokrasi dan ekonomi di AS
Indonesia
•
16 Jan 2024

Macron sebut UE "tidak perlu ragu" gunakan mekanisme antikoersi terhadap ancaman tarif AS
Indonesia
•
21 Jan 2026

Bank Dunia hentikan semua program di Rusia dan Belarusia
Indonesia
•
03 Mar 2022


Berita Terbaru

Hamas gelar pertemuan penting di Kairo, bahasa masa depan Gaza dan nasib gencatan senjata
Indonesia
•
07 Jun 2026

Piala Dunia 2026 terancam terganggu saat pekerja ‘venue’ utama AS siap mogok
Indonesia
•
07 Jun 2026

Brasil bela hakim agung yang digugat perusahaan milik Trump, sebut taruhannya kedaulatan negara
Indonesia
•
06 Jun 2026

UE gelontorkan bantuan Rp2,09 triliun untuk militer Lebanon di tengah gencatan senjata yang rapuh
Indonesia
•
06 Jun 2026
