
AS serang Iran lagi, Trump ancam serangan lebih dahsyat jika Teheran membalas

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 19 Februari 2020 ini menunjukkan Pentagon yang terlihat dari pesawat terbang di langit Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Amerika Serikat (AS) pada Selasa (1/9) melancarkan serangan terbaru terhadap target-target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, menandai eskalasi baru dalam permusuhan antara Washington dan Teheran.
"Jika Iran membalas serangan yang sangat dapat dibenarkan ini, mereka akan diserang kembali dengan tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi," demikian peringatan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, sembari menggambarkan serangan terbaru di dekat Selat Hormuz tersebut sebagai serangan yang "dahsyat dan kuat."
"Namun, ini tidak akan menjadi serangan terbesar dari semuanya, serangan itu sedang menunggu giliran dan, ketika semuanya usai, tak akan banyak yang tersisa dari Republik Islam Iran!" ancam Trump dalam unggahan tersebut.
Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News, Trump mengeklaim pasukan AS telah menghancurkan "banyak radar" dalam jaringan Iran, termasuk sistem yang berupaya dibangun kembali oleh Teheran.
"Ini merupakan serangan yang sangat besar pada hari ini. Jika hal itu terjadi untuk ketiga kalinya, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara," ujar Trump.
"(USS) George Washington sarat dengan persenjataan," imbuhnya. "Kami sudah siap sepenuhnya."
Trump mengatakan bahwa sekutu-sekutu di Teluk telah diberi tahu sebelum serangan terbaru tersebut, menurut laporan Fox News.
Pernyataan Trump disampaikan tak lama setelah Komando Pusat (CENTCOM) AS mengumumkan serangan terbaru terhadap target-target IRGC di Iran pada pukul 12.00 Eastern Time (23.00 WIB).
CENTCOM menyampaikan bahwa serangan tersebut menyusul upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan para personel militer AS yang dikerahkan di kawasan itu.
Pada Selasa, ledakan terdengar di dua kota pelabuhan Iran yakni Bandar Abbas dan Sirik, serta Pulau Qeshm, menurut sejumlah laporan yang diterima di Washington.
Mengutip sejumlah sumber, kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa militer Iran pada Selasa malam meluncurkan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara di kawasan tersebut.
IRGC pada Selasa memperingatkan bahwa AS "akan menyesali serangan-serangan barunya," lapor kantor berita Iran, Fars.
Dua kapal tanker minyak mentah dihantam proyektil tak dikenal saat melintas di Selat Hormuz pada Senin (31/8) malam, ujar Marisks, organisasi risiko maritim yang berbasis di Yunani, pada Selasa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pandora Papers ungkap kekayaan penguasa dunia yang tersembunyi
Indonesia
•
04 Oct 2021

Haji1442 – Kementerian Haji dan Umroh Saudi terima jamaah pada 17-18 Juli
Indonesia
•
11 Jul 2021

Tentara Myanmar bakar hidup-hidup 11 orang dalam serangan balasan
Indonesia
•
09 Dec 2021

Feature: Dibangun 165 tahun lalu, Terusan Suez jadi saksi perjalanan Mesir dari terpuruk hingga bangkit (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
03 May 2024


Berita Terbaru

3 anak tewas dalam 24 jam, krisis air kembali ancam 1 juta warga Gaza
Indonesia
•
03 Sep 2026

Trump ancam serang Iran lagi, laporan korban pesta pernikahan jadi sorotan
Indonesia
•
03 Sep 2026

Perang Iran bikin militer AS kewalahan, 12 kapal perusak dan 2 kapal induk hadapi krisis logistik
Indonesia
•
03 Sep 2026

China gelar upacara penghormatan untuk korban longsor Gyirong: 16 tewas, 546 masih hilang
Indonesia
•
02 Sep 2026
