
AS masih tolak beberapa klausul dalam MoU perdamaian potensial dengan Iran

Demonstran membawa plakat saat mengikuti aksi memperingati Hari Buruh Internasional di New York, Amerika Serikat (AS), pada 1 Mei 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
Amerika Serikat masih menghalangi beberapa klausul dalam nota kesepahaman damai potensial, termasuk mengenai pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) masih menolak menerima sejumlah klausul dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) potensial dengan Iran terkait pengakhiran perang, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Ahad (24/5).
Mengutip informasi yang diperoleh reporternya, Tasnim melaporkan bahwa meskipun kedua pihak telah menggelar sejumlah pembicaraan pada Ahad, Amerika Serikat masih menghalangi beberapa klausul dalam nota kesepahaman damai potensial tersebut, termasuk mengenai pencairan aset-aset Iran yang dibekukan.
Tasnim menambahkan bahwa masih ada kemungkinan nota kesepahaman itu dibatalkan. Iran menegaskan tidak akan mundur dari garis merahnya dalam melindungi hak-hak rakyatnya.
Pada Sabtu (23/5), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah, IRIB, bahwa Iran dan Amerika Serikat sedang berupaya merampungkan nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
"Pada tahap ini, fokus kami adalah mengakhiri perang yang diberlakukan," tegas Baghaei, seraya menambahkan, "Tujuan kami adalah terlebih dahulu menyepakati nota kesepahaman yang terdiri atas 14 klausul."
Dia mengatakan bahwa "dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari," Teheran dan Washington akan mencapai kesepakatan final. Menurutnya, di antara isu utama yang akan dibahas dalam nota kesepahaman itu adalah penghentian serangan maritim Amerika Serikat, atau blokade angkatan laut sebagaimana mereka menyebutnya, serta persoalan lain terkait pencairan aset Iran yang dibekukan.
Iran, Amerika Serikat, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang dimulai dengan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Setelah gencatan senjata berlaku, delegasi Iran dan Amerika Serikat menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April, tetapi belum menghasilkan kesepakatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini: Partisipasi Taiwan dalam ICAO wujudkan kemajuan penerbangan sipil dunia
Indonesia
•
27 Sep 2022

Thailand tingkatkan skrining untuk penerbangan dari daerah berisiko tinggi virus Nipah
Indonesia
•
27 Jan 2026

Taiwan lakukan upaya terbaik untuk keanggotaan Kemitraan Trans-Pasifik
Indonesia
•
17 Feb 2022

Biden peringatkan Israel soal bom pasokan AS yang digunakan untuk membunuh warga Palestina
Indonesia
•
09 May 2024


Berita Terbaru

Khamenei serukan dunia Muslim bersatu: Kenali musuh, pahami siasatnya, lawan!
Indonesia
•
31 Aug 2026

Gletser di 5.200 meter runtuh, longsoran menghantam Xizang di China sejauh 22 km
Indonesia
•
31 Aug 2026

1.734 titik panas terdeteksi di Kalimantan, kabut asap kini selimuti Brunei
Indonesia
•
31 Aug 2026

Danau bendungan di Gyirong China barat daya surut, 19.000 meter persegi air hilang dalam 4 jam
Indonesia
•
31 Aug 2026
