
Iran sebut Teheran dan Washington berupaya rampungkan MoU untuk akhiri perang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei berbicara dalam sebuah konferensi pers mingguan di Teheran, Iran, pada 11 Mei 2026. (Xinhua/Shadati)
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Sabtu (23/5) mengatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) sedang berupaya menyelesaikan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penghentian perang.
"Pada tahap ini, fokus kami adalah mengakhiri perang yang dipaksakan ini," kata Baghaei kepada kantor berita yang dikelola pemerintah Iran, IRIB, setelah kunjungan delegasi Pakistan ke Teheran pada Jumat (22/5) yang mencakup Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi.
"Niat kami adalah terlebih dahulu menyepakati MoU yang terdiri atas 14 klausul," kata Baghaei, seraya mencatat bahwa "dalam kurun waktu 30 hingga 60 hari," mereka akan "mencapai kesepakatan final.
"Kami berada pada tahap finalisasi MoU. Isu-isu yang sedang dibahas berfokus pada penghentian perang (di semua front, termasuk Lebanon)," tuturnya. "Di antara topik utama yang akan dibahas dalam MoU tersebut adalah penghentian serangan maritim AS, atau blokade angkatan laut sebagaimana mereka menyebutnya sendiri, serta isu-isu lain yang berkaitan dengan pelepasan aset-aset Iran yang dibekukan."
Menjelaskan mengenai periode 30 hingga 60 hari yang disebutkan dalam teks MoU tersebut, Baghaei mengatakan bahwa periode itu baru akan dimulai setelah dokumen tersebut secara resmi disepakati.
"Kita harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi dalam tiga hingga empat hari ke depan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa isu nuklir Iran bukan menjadi fokus perundingan damai pada tahap ini.
Baghaei juga menyebut Pakistan sebagai mediator utama dalam perundingan tersebut, seraya menyoroti "peran penting" negara itu dalam memastikan kelanjutan pertukaran pesan antara Iran dan AS.
Iran, AS, dan Israel mencapai gencatan senjata pada 8 April setelah 40 hari pertempuran yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Setelah gencatan senjata tersebut, delegasi Iran dan AS menggelar satu putaran perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April, namun gagal menghasilkan kesepakatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua pihak dilaporkan saling bertukar sejumlah proposal yang menguraikan syarat-syarat untuk mengakhiri konflik melalui mediasi Pakistan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Laporan ungkap fakta tentang AS sebagai kerajaan peretas
Indonesia
•
08 Aug 2023

Militer Israel lancarkan serangan udara baru ke sejumlah situs rudal Iran
Indonesia
•
16 Jun 2025

Taiwan bebaskan karantina masuk mulai Juli 2022
Indonesia
•
18 Apr 2022

Israel dirikan fasilitas militer di kompleks UNRWA Yerusalem Timur
Indonesia
•
21 May 2026


Berita Terbaru

Uni Eropa gelontorkan dana 1 miliar dolar AS untuk dukung pemulihan Gaza
Indonesia
•
14 Jul 2026

Pemuda Palestina sedang cari pekerjaan tewas ditembak saat masuk Yerusalem Timur
Indonesia
•
14 Jul 2026

Iran umumkan pelayaran di Selat Hormuz tak bisa dilalui usai eskalasi dengan AS
Indonesia
•
13 Jul 2026

Prancis hentikan pengoperasian reactor nuklir akibat gelombang panas
Indonesia
•
13 Jul 2026
