
AS keluarkan peringatan keamanan global, warga diimbau waspadai eskalasi konflik Timur Tengah

Orang-orang berjalan melewati papan reklame yang menampilkan sosok Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), di pusat kota Teheran, Iran, pada 6 Januari 2026. (Xinhua)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Selasa (21/7) mengeluarkan peringatan keamanan kedua dalam tiga hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan mengimbau warga negara AS untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan masih tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga. Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, serta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," menurut sebuah pemberitahuan yang diunggah di situs jejaring Departemen Luar Negeri tersebut.
"Fasilitas diplomatik AS, termasuk yang berada di luar kawasan Timur Tengah, telah menjadi target. Iran dan kelompok-kelompok yang mendukungnya kemungkinan akan menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi-lokasi yang berkaitan dengan AS dan warga Amerika di seluruh dunia," imbuhnya.
Peringatan itu dikeluarkan menyusul serangkaian jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS di kawasan tersebut baru-baru ini. Dua personel militer AS tewas dan satu orang masih dinyatakan hilang setelah serangan Iran yang menargetkan sebuah pangkalan udara di Yordania pada Jumat (17/7) lalu.
Seorang tentara AS tewas dan satu personel lainnya terluka keesokan harinya dalam sebuah operasi di Irak utara yang melibatkan bahan peledak yang tidak meledak (unexploded ordnance/UXO) dari sebuah drone milik Iran, menurut Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS.
Pentagon mengumumkan pada Senin (20/7) bahwa jumlah korban jiwa dari pihak militer AS akibat serangan Iran telah bertambah menjadi hampir 100 orang dalam dua pekan terakhir.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Arab Saudi setujui vaksin AstraZeneca dan Moderna
Indonesia
•
19 Jan 2021

Menlu AS sebut operasi militer AS terhadap Iran telah "berakhir"
Indonesia
•
06 May 2026

Kemenlu China: Butuh kemauan politik dan upaya diplomasi untuk akhiri konflik Palestina-Israel
Indonesia
•
11 Oct 2024

Aktivitas militer paksa warga Gaza terus mengungsi, pemukim Israel jadi pelaku kekerasan di Tepi Barat
Indonesia
•
17 Jul 2026


Berita Terbaru

Houthi larang kapal Arab Saudi melintas, Riyadh siap ambil tindakan tegas di Laut Merah
Indonesia
•
21 Jul 2026

Houthi ancam serang target penting Arab Saudi, peringatkan AS agar tak ikut campur
Indonesia
•
21 Jul 2026

Kasus Ebola di RD Kongo tembus 2.400 di tengah penularan yang terus berlanjut
Indonesia
•
21 Jul 2026

Andy Burnham resmi jadi PM Inggris, janjikan perubahan politik dan ekonomi terbesar dalam 40 tahun
Indonesia
•
21 Jul 2026
