
AS dan Iran sepakat hentikan serangan, Selat Hormuz jadi penentu perdamaian

Foto yang bersumber dari Kementerian Informasi Oman pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan pemandangan Selat Hormuz. (Xinhua)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat menghentikan serangan terhadap satu sama lain "untuk saat ini" dan akan menggelar perundingan pada Selasa (30/6) di Doha, ibu kota Qatar, guna menyelesaikan perselisihan terkait Selat Hormuz, demikian menurut laporan outlet media AS Axios pada Minggu (28/6).
Kedua pihak akan menghentikan serangan "untuk saat ini" dan "kapal-kapal dapat melintas secara bebas" seiring perundingan teknis dijadwalkan akan berlanjut, kata seorang pejabat AS sebagaimana dikutip.
Perundingan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa itu semula akan digelar di Swiss dengan fokus pembahasan program nuklir Iran. Namun, ketegangan di Selat Hormuz yang kembali meningkat mendorong pemindahan lokasi perundingan ke Doha, sekaligus mengalihkan fokus pembahasan ke keamanan pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.
Dalam perundingan di Swiss sepekan lalu, delegasi AS dan Iran menyepakati pembentukan saluran telekomunikasi langsung (hotline) antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran guna mengoordinasikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, hingga Sabtu (27/6), hotline tersebut masih belum beroperasi, ungkap laporan.
AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Jumat (26/6) dan Sabtu dengan alasan "agresi Iran yang terus berlanjut terhadap pelayaran komersial" di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah posisi militer AS di kawasan tersebut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Komite teknokratik pengelola Gaza bersiap masuk ke Jalur Gaza saat korban jiwa berjatuhan kembali
Indonesia
•
27 Jan 2026

Presiden Iran: AS lancarkan "perang tanpa akhir" untuk jarah sumber daya negara-negara lain
Indonesia
•
19 May 2025

Trump sebut gencatan senjata AS-Iran dalam kondisi "sangat kritis" saat diplomasi berlanjut
Indonesia
•
12 May 2026

China dukung Komoro mainkan peran lebih besar dalam urusan regional dan internasional
Indonesia
•
10 Dec 2022


Berita Terbaru

100.000 anak Lebanon terancam gagal masuk sekolah akibat dampak perang
Indonesia
•
03 Jul 2026

Saat Uganda berhasil tekan Ebola, ancaman baru bernama Marburg muncul
Indonesia
•
03 Jul 2026

Kemenlu Iran: Pejabat dari 100 lebih negara akan hadiri pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
•
03 Jul 2026

Google kalah di pengadilan Uni Eropa, denda antimonopoli Rp84 triliun tetap berlaku
Indonesia
•
03 Jul 2026
