
Pelayaran internasional terancam, AS naikkan status keamanan Selat Hormuz

Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xinhua/Wen Xinnian)
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Pusat Informasi Maritim Gabungan (Joint Maritime Information Center/JMIC) yang dipimpin Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (27/6) menaikkan level ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz dari sedang menjadi substansial.
Imbauan peningkatan level ancaman tersebut dirilis oleh Operasi Perdagangan Maritim Kerajaan Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO). JMIC merupakan badan penasihat maritim multinasional, sedangkan UKMTO berperan sebagai salah satu mitra utama dalam pertukaran informasi JMIC.
Berdasarkan imbauan tersebut, level ancaman dinaikkan menyusul serangan terhadap kapal-kapal komersial di perairan sekitar Selat Hormuz.
Pemberitahuan tersebut juga memperingatkan para pelaut mengenai keberadaan ranjau di wilayah itu serta menyebutkan bahwa pasukan angkatan laut diperkirakan akan beroperasi di wilayah itu seiring berlanjutnya pembersihan ranjau.
Pelayaran melalui Selat Hormuz sempat berangsur pulih setelah AS dan Iran baru-baru ini mencapai sebuah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), yang mendorong JMIC pada 18 Juni menurunkan level ancaman keamanan maritim di perairan sekitar menjadi sedang.
Namun, sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal tanker minyak masing-masing diserang di perairan sekitar pada Kamis (25/6) dan Sabtu.
Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS pada Jumat (26/6) menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran sebagai respons atas serangan terhadap sebuah kapal komersial di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Sementara itu, data pelayaran internasional menunjukkan bahwa meskipun serangan-serangan tersebut mengakibatkan penurunan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, kapal-kapal komersial masih tetap melintasi jalur perairan itu.
JMIC pada Sabtu juga menyatakan bahwa untuk mengakomodasi arus kapal inbound dan outbound secara bersamaan, jalur pelayaran bagian selatan di Selat Hormuz, yang berada di dekat wilayah Oman dan didukung oleh militer AS, telah diperlebar.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Kamis kembali menegaskan bahwa satu-satunya jalur yang diizinkan bagi kapal untuk melintasi Selat Hormuz adalah jalur yang telah diumumkan oleh otoritas Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei wadah pemikir sebut mayoritas warga Belanda pandang AS sebagai ancaman global
Indonesia
•
02 May 2025

Presiden China gelar pertemuan trilateral dengan Presiden Prancis dan Presiden Komisi Eropa
Indonesia
•
08 Apr 2023

COVID-19 – Peneliti: Rusia bisa capai kekebalan kawanan tahun ini
Indonesia
•
21 Aug 2021

Media: Jika menyangkut soal China, Inggris harus pisahkan diri dari AS
Indonesia
•
03 Jan 2023


Berita Terbaru

Feature – Menanti perdamaian di dekat Gaza
Indonesia
•
13 Oct 2026

Demam Lassa di Nigeria telan korban 268 jiwa, sanitasi buruk perburuk wabah
Indonesia
•
14 Oct 2026

Minyak dan gas di Malvinas jadi sengketa, Argentina minta Inggris hentikan eksploitasi
Indonesia
•
14 Oct 2026

Netanyahu desak penyelidikan terhadap ‘whistleblower’ dalam film dokumenter NAZA
Indonesia
•
12 Oct 2026
