
Trump sebut gencatan senjata AS-Iran dalam kondisi "sangat kritis" saat diplomasi berlanjut

Foto yang diabadikan pada 1 Mei 2026 ini memperlihatkan pemandangan Teheran, Iran. (Xinhua)
Trump menuduh Iran mengingkari perjanjian untuk menyerahkan uranium yang telah diperkaya dan mengizinkan AS mengambilnya.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (11/5) mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran yang telah berlangsung beberapa pekan tetap berlaku, namun berada dalam "kondisi sangat kritis", yang menandakan bahwa Washington akan terus mengupayakan diplomasi dengan Teheran meskipun menolak proposal terbaru Iran.
"Saya akan mengatakan gencatan senjata ini berada dalam kondisi sangat kritis," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seraya menggambarkan gencatan saat ini "sangat lemah".
Trump kembali mengecam respons terbaru Iran terhadap rencana perdamaian Gedung Putih, yang dia tolak sehari sebelumnya, dengan menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima". Dia menekankan bahwa setiap kesepakatan perdamaian antara Washington dan Teheran akan mengharuskan Iran untuk berjanji menghentikan program nuklirnya.
Trump menuduh Iran mengingkari perjanjian untuk menyerahkan uranium yang telah diperkaya dan mengizinkan AS mengambilnya. "Mereka menyetujuinya dua hari yang lalu," kata Trump kepada wartawan. "Namun, mereka berubah pikiran, karena mereka tidak menuliskannya di dalam dokumen."
"Mereka memberi tahu saya, pertama, Anda akan mendapatkannya, tetapi Anda harus mengambilnya," kata Trump tentang uranium Iran yang terkubur di bawah reruntuhan pascaserangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. "Situs itu begitu hancur sehingga hanya ada satu atau dua negara di dunia yang bisa mendapatkannya."
Iran belum secara terbuka setuju untuk melepaskan uraniumnya yang telah diperkaya, dan bersikeras bahwa program nuklirnya bersifat damai.
Pada Senin yang sama, Trump juga mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali Project Freedom (Proyek Kebebasan), sebuah operasi militer AS yang bertujuan untuk memandu kapal-kapal komersial keluar dari Selat Hormuz, dengan cakupan yang diperluas.
Namun, belum ada keputusan akhir mengenai apakah proyek tersebut akan dimulai kembali, kata Trump kepada Fox News.
Pasukan AS dan Iran saling baku tembak di Selat Hormuz sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan lalu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hamas normalisasi hubungan dengan Suriah dalam kunjungan ke Damaskus
Indonesia
•
21 Oct 2022

PBB keluarkan peringatan terhadap operasi Israel yang rusak situs warisan budaya di Lebanon
Indonesia
•
03 Nov 2024

Trump makin tak dipercaya rakyatnya sendiri
Indonesia
•
29 Apr 2025

Iran siapkan banyak ‘kejutan’ buat AS, Menlu Iran ejek nama sandi Epic Fury
Indonesia
•
10 Mar 2026


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
