
AS cabut sanksi terhadap penjabat presiden Venezuela

Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez (kanan) bertemu dengan Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright (kiri) di Caracas, Venezuela, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/Kepresidenan Venezuela)
Delcy Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah Presiden Nicolas Maduro dan dikenai sanksi oleh AS pada 2018 sebagai bagian dari langkah yang menargetkan anggota pemerintahan Maduro.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) telah mencabut sanksi terhadap Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, menurut informasi terbaru yang dipublikasikan di situs jejaring Departemen Keuangan AS pada Rabu (1/4).
Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa Rodriguez telah dihapus dari daftar sanksi mereka, tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai keputusan tersebut.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Rodriguez menyambut langkah tersebut sebagai perkembangan positif menuju normalisasi dan penguatan hubungan bilateral. Dia menyatakan harapannya agar sanksi tambahan terhadap Venezuela dapat dicabut guna mendukung pembangunan ekonomi dan kerja sama.
Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah Presiden Nicolas Maduro dan dikenai sanksi oleh AS pada 2018 sebagai bagian dari langkah yang menargetkan anggota pemerintahan Maduro.
Pada 3 Januari, pasukan militer AS melancarkan operasi skala besar terhadap Venezuela dan secara paksa menangkap Maduro beserta istrinya sebelum membawa mereka ke New York. Rodriguez kemudian mengambil alih peran sebagai penjabat presiden, dan sejak itu Washington telah menjalin hubungan dengan pemerintahannya.
Hubungan antara AS dan Venezuela sudah lama tegang. Dalam beberapa bulan terakhir, AS telah melonggarkan sejumlah pembatasan, khususnya di sektor energi. Venezuela memiliki sebagian dari cadangan minyak terbukti terbesar di dunia dan tetap menjadi pemain penting dalam lanskap energi global.
Pada Senin (30/3), Kedutaan Besar AS di Caracas kembali beroperasi setelah ditutup selama tujuh tahun.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kantor Investigasi Korupsi Korsel akan minta perpanjangan surat perintah penangkapan Yoon Suk-yeol
Indonesia
•
07 Jan 2025

Militer Israel sebut Hizbullah tembakkan 300 roket ke Israel
Indonesia
•
26 Sep 2024

Sekjen PBB serukan upaya pembentukan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah
Indonesia
•
19 Nov 2024

Trump Resmi tandatangani RUU One Big Beautiful Bill
Indonesia
•
09 Jul 2025


Berita Terbaru

Komisi PBB: Israel lakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina
Indonesia
•
28 Oct 2026

Ukraina dan Rusia mulai gencatan senjata kemanusiaan di Oleshky
Indonesia
•
28 Oct 2026

Serangan udara Arab Saudi hantam Sanaa saat Houthi klaim lancarkan serangan ke Riyadh
Indonesia
•
26 Oct 2026

Jepang tanggapi serius kebakaran besar 530.000 hektare di Mongolia yang terkait kegiatan Mobicom
Indonesia
•
27 Oct 2026
