
AS berpotensi hadapi ‘tripledemic’ di tengah eksodus tenaga kesehatan

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menerima dosis booster vaksin COVID-19 yang telah diperbarui di Washington DC, AS, pada 25 Oktober 2022. (Xinhua/Gedung Putih)
Tripledemic di AS berpotensi terjadi pada musim dingin tahun ini, dengan melonjaknya kasus COVID-19, flu, dan virus yang disebut respiratory syncytial virus (RSV) secara bersamaan.
New York City, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan menghadapi apa yang oleh beberapa dokter disebut sebagai "tripledemic" pada musim dingin tahun ini, dengan melonjaknya kasus COVID-19, flu, dan virus yang disebut respiratory syncytial virus (RSV) secara bersamaan, demikian dilaporkan oleh CBS News pada Selasa (25/10)."Peningkatan simultan pada jumlah kasus untuk ketiga virus tersebut terjadi ketika semakin banyak tenaga profesional meninggalkan bidang perawatan kesehatan demi pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi atau menimbulkan kelelahan fisik dan mental dengan level yang lebih rendah, yang dapat semakin mengancam sistem perawatan kesehatan negara yang sudah kewalahan," sebut laporan itu."Saya khawatir rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan akan kewalahan," kata kontributor medis CBS News sekaligus editor-at-large Kaiser Health News Celine Gounder seperti dikutip dalam laporan itu. "Saat ini kita melihat jumlah kasus flu dan RSV yang sangat tinggi, jadi kemungkinan akan ada sekitar 35.000 pasien rawat inap per pekan dari dua kondisi itu saja."Potensi tripledemic di AS semakin parah dengan sistem perawatan kesehatan sedang berjuang menghadapi berkurangnya jumlah tenaga kerja menyusul pengunduran diri massal tenaga kesehatan selama pandemik, yang sebagian besar dipicu oleh kelelahan fisik dan mental (burnout).Sekitar 330.000 tenaga kesehatan profesional meninggalkan angkatan kerja pada 2021, tulis laporan itu, mengutip perusahaan intelijen komersial perawatan kesehatan, Definitive Healthcare."Ini berarti lebih banyak pekerjaan harus ditanggung oleh perawat, dokter, serta staf administrasi dan staf pendukung yang masih bertahan di industri tersebut," tambah laporan itu.Sistem perawatan kesehatan AS
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap sistem perawatan kesehatan Amerika Serikat menunjukkan level yang sangat rendah, dengan lebih dari separuh warga Amerika menyatakan ketidakpuasannya, menurut sebuah survei baru-baru ini.Survei yang dilakukan dari 28 Juli hingga 1 Agustus oleh Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research itu menyurvei orang dewasa Amerika terkait pandangan mereka terhadap sistem perawatan kesehatan negara itu.
Seorang tenaga kesehatan memeriksa suhu tubuh pengunjung di sebuah rumah sakit di New York, Amerika Serikat, pada 13 Desember 2021. (Xinhua/Wang Ying)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – 172 negara terlibat dalam inisiatif global vaksin
Indonesia
•
26 Aug 2020

Perusahaan-perusahaan AS alami kelangkaan tenaga kerja
Indonesia
•
18 Aug 2022

COVID-19 – Ribuan orang di Arab Saudi terima vaksinasi
Indonesia
•
06 Jan 2021

WHO sebut hampir 42.000 orang di Gaza alami cedera yang mengubah hidup
Indonesia
•
05 Oct 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
