
UE akan tetap berlakukan UU Digital meski dikritik AS

Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussel, Belgia, pada 7 Juli 2020. (Xinhua/Zhang Cheng)
AS akan mengenakan tarif tambahan yang substansial dan pembatasan ekspor terhadap negara-negara yang mengadopsi pajak atau undang-undang digital yang menargetkan raksasa-raksasa teknologi AS.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Eropa (UE) akan tetap memberlakukan undang-undang digitalnya meski mendapat kritik dari Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan seorang pejabat senior UE pada Senin (1/9), setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif yang lebih tinggi bagi negara-negara yang memberlakukan regulasi tersebut.Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa Henna Virkkunen mengatakan di platform media sosial X bahwa Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) dan Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA) UE adalah "legislasi berdaulat" yang berlaku untuk semua platform daring (online) yang beroperasi di blok tersebut."DSA dan DMA merupakan legislasi berdaulat kami," ujar Virkkunen, seraya menekankan bahwa peraturan tersebut non-diskriminatif dan berlaku setara bagi semua perusahaan yang menyediakan layanan di UE.Trump memperingatkan pada Selasa (26/8) bahwa AS akan mengenakan "tarif tambahan yang substansial" dan pembatasan ekspor terhadap negara-negara yang mengadopsi pajak atau undang-undang digital yang menargetkan raksasa-raksasa teknologi AS.Dalam surat yang dikirim pada Senin kepada anggota Kongres AS Jim Jordan, yang juga menjabat sebagai ketua Komite Kehakiman DPR AS, Virkkunen mengatakan bahwa legislasi digital UE tidak memiliki jangkauan ekstrateritorial, tetapi menegaskan bahwa layanan apa pun yang ditawarkan di blok itu harus mematuhi Undang-Undang UE, di mana pun kantor pusat perusahaan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Malaysia setuju lanjutkan pencarian pesawat MH370
Indonesia
•
24 Dec 2024

NYT: AS hadapi krisis penyusutan air tanah yang parah
Indonesia
•
07 Sep 2023

China tegas menentang sanksi sepihak dan “yurisdiksi lengan panjang”
Indonesia
•
26 Oct 2024

Presiden Afrika Selatan bantah tudingan Trump soal "penyitaan tanah"
Indonesia
•
06 Feb 2025


Berita Terbaru

Perang AS-Iran masuk bulan keenam, ekonomi global masih bertahan? Ini jawaban IMF
Indonesia
•
12 Sep 2026

PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat
Indonesia
•
12 Sep 2026

Aljazair putus hubungan diplomatik dengan UEA, duta besar diberi waktu 48 jam
Indonesia
•
12 Sep 2026

Houthi rebut kawasan Selat Bab al-Mandab, kuasai seluruh pesisir barat Yaman
Indonesia
•
12 Sep 2026
