Arab Saudi tetap tak akan normalisasi hubungan dengan Israel tanpa negara Palestina

Umat Islam menunaikan ibadah salat Jumat pertama di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua, Yerusalem, pada 20 Februari 2026. (Xinhua/Jamal Awad)

Donald Trump mendesak negara-negara mayoritas Muslim dan negara-negara regional untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan bergabung dengan Perjanjian Abraham (Abraham Accords).

 

Riyadh, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Posisi Arab Saudi terkait isu Palestina tetap tidak berubah, demikian disampaikan seorang sumber Arab Saudi kepada Al Arabiya TV pada Senin (25/5).

Sumber tersebut menegaskan perlunya "sebuah jalur yang tidak dapat dibatalkan menuju negara Palestina."

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak negara-negara mayoritas Muslim dan negara-negara regional untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan bergabung dengan Perjanjian Abraham (Abraham Accords).

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump mengatakan para pemimpin dari sejumlah negara telah membahas upaya untuk mengakhiri perang dengan Iran, seraya menambahkan bahwa negara-negara ini, "setidaknya," harus secara bersamaan menandatangani perjanjian tersebut.

Perjanjian Abraham, yang ditengahi oleh AS pada 2020 selama masa jabatan pertama Trump sebagai presiden AS, menghasilkan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab.

Arab Saudi telah berulang kali mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa pembentukan negara Palestina.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait