
Media: AS sedang "secara aktif mengejar" kapal tanker minyak ketiga di dekat Venezuela

Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara dalam sebuah konferensi pers di Caracas, Venezuela, pada 15 September 2025. (Xinhua/Kantor Kepresidenan Venezuela)
Kapal tanker bernama Bella 1 telah dinaiki oleh personel AS saat dalam perjalanan menuju Venezuela untuk memuat kargo. Laporan menyebutkan, upaya pengejaran masih berlangsung.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) sedang "secara aktif mengejar" kapal tanker minyak ketiga di perairan internasional di lepas pantai Venezuela, demikian menurut laporan sejumlah outlet berita AS pada Ahad (21/12)."Penjaga Pantai AS sedang secara aktif mengejar sebuah kapal armada gelap yang dikenai sanksi dan merupakan bagian dari upaya Venezuela menghindari sanksi secara ilegal. Kapal tersebut mengibarkan bendera palsu dan berada di bawah perintah penyitaan yudisial," kata seorang pejabat AS kepada NBC News.Bloomberg News sebelumnya melaporkan pada Ahad yang sama bahwa kapal tanker bernama Bella 1 itu telah dinaiki oleh personel AS saat dalam perjalanan menuju Venezuela untuk memuat kargo. Laporan itu kemudian menyebutkan bahwa upaya pengejaran masih berlangsung.Jika tertangkap, kapal tanker minyak itu akan menjadi kapal tanker minyak ketiga dalam waktu kurang dari dua pekan yang terkait dengan negara Amerika Selatan yang kaya minyak tersebut dan dicegat oleh AS.Sehari sebelumnya, Penjaga Pantai AS menaiki kapal Centuries di lepas pantai Venezuela. Centuries merupakan kapal tanker super (supertanker) berbendera Panama yang tidak termasuk dalam daftar sanksi Washington. Anna Kelly, juru bicara Gedung Putih, mengatakan di X bahwa minyak mentah di kapal Centuries berasal dari perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), yang berada di bawah sanksi AS.Pada 10 Desember, pasukan AS menyita tanker Skipper di dekat perairan Venezuela dan mengumumkan rencananya untuk menyita muatan minyak kapal tersebut.Pada 16 Desember, Presiden AS Donald Trump memerintahkan "blokade total dan menyeluruh" terhadap kapal-kapal tanker yang dikenai sanksi yang masuk ke atau keluar dari Venezuela. Trump juga mengumumkan bahwa pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditetapkan sebagai "organisasi teroris asing".Menurut situs pemantau pengiriman minyak TankerTrackers.com, puluhan kapal tanker yang termasuk dalam daftar sanksi AS saat ini masih berada di perairan Venezuela. Ekspor minyak secara luas dipandang sebagai tulang punggung ekonomi Venezuela, yang menyumbang sebagian besar pendapatan luar negeri negara tersebut.Venezuela menuduh Washington berupaya melakukan perubahan rezim dan ekspansi militer di Amerika Latin. Venezuela juga mengecam pencegatan kapal tanker minyak sebagai tindakan "pembajakan".Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Organisasi: ‘Islam politik’ adalah ideologi ekstremis tak ada kaitan dengan syariah
Indonesia
•
02 Nov 2020

Diplomat: Resolusi perdamaian krisis Ukraina usulan China permalukan AS
Indonesia
•
31 Mar 2023

Kekerasan seksual terkait konflik meningkat tajam di seluruh dunia pada 2025
Indonesia
•
30 May 2026

Pejabat global sepakat tingkatkan kerja sama pemberantasan korupsi internasional
Indonesia
•
29 Sep 2024


Berita Terbaru

Iran sebut kapal perang Eropa yang lintasi Selat Hormuz dianggap sebagai sasaran yang sah
Indonesia
•
29 Jul 2026

Israel perluas operasi militer di Tepi Barat, tambah permukiman ilegal Yahudi
Indonesia
•
29 Jul 2026

Ratusan ribu warga Afrika jadi korban perdagangan manusia, sindikat raup puluhan triliun rupiah per tahun
Indonesia
•
29 Jul 2026

Sedikitnya 15 anggota pasukan paramiliter Irak tewas akibat serangan AS-Arab Saudi
Indonesia
•
29 Jul 2026
