Arab Saudi dirikan perusahaan pasar karbon untuk dukung target nol emisi karbon

Foto yang diabadikan pada 2 Juli 2018 ini menunjukkan Yanbu Aramco Sinopec Refining Company (YASREF) di Yanbu, Arab Saudi. (Xinhua)
Perusahaan pasar karbon yang didirikan oleh dana kekayaan kedaulatan (Sovereign Wealth fund/SWF) Arab Saudi berencana untuk melelang satu juta ton kredit karbon guna mendukung target nol emisi karbon Kerajaan.
Jakarta (Indonesia Window) – Dana kekayaan kedaulatan (Sovereign Wealth fund/SWF) Arab Saudi mendirikan perusahaan pasar karbon sukarela dan berencana untuk melelang satu juta ton kredit karbon guna mendukung target nol bersih (nol emisi karbon) Kerajaan.Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) Saudi mengatakan telah memulai Regional Voluntary Carbon Market Co. dengan Saudi Tadawul Group. Perusahaan baru ini bertujuan untuk membantu memfasilitasi pelelangan pada 25 Oktober, hari pertama Prakarsa Investasi Masa Depan tiga hari di Riyadh, pertemuan puncak yang berupaya menarik miliaran dolar ke Arab Saudi.“Perusahaan ini akan menawarkan panduan dan sumber daya untuk mendukung bisnis dan industri di kawasan saat mereka memainkan peran mereka dalam transisi global ke nol bersih, memastikan bahwa pembelian kredit karbon melampaui pengurangan emisi yang berarti dalam rantai nilai,” menurut sebuah pernyataan.Lelang hari Selasa (25/10) menawarkan kredit berkualitas tinggi termasuk sertifikat yang sesuai dengan Corsia dan terdaftar di Verra, katanya. Corsia adalah program yang dijalankan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, atau di beberapa bursa komoditas, yang menawarkan kontrak penggantian kerugian karbon.Dana kekayaan 620 miliar dolar AS adalah pendukung utama dari banyak ambisi hijau Arab Saudi. Awal bulan ini dana tersebut telah mengumpulkan 3 miliar dolar AS dengan debut penjualan obligasi dolar-nya.Arab Saudi – pengekspor minyak terbesar di dunia – sedang berusaha melakukan diversifikasi dari penjualan minyak mentah. Kerajaan berjanji untuk menetralisir emisi gas rumah kaca di dalam perbatasannya pada tahun 2060, dan telah mengalokasikan miliaran dolar untuk teknologi penangkapan karbon sebagai bagian dari tujuan tersebutNegara Timur Tengah ini berencana untuk meningkatkan bauran energi matahari dan angin di jaringan listrik lokalnya menjadi 50 persen pada tahun 2030, dengan gas alam akan menggantikan sisanya. Negara ini juga banyak berinvestasi dalam hidrogen, yang dipandang penting untuk akhirnya beralih dari minyak dan gas.*1 dolar AS = 15.590 rupiahSumber: BloombergLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Provinsi tuan rumah Universiade promosikan kendaraan berbahan bakar hidrogen
Indonesia
•
22 Jul 2023

Penjualan Ford di AS naik 11 persen pada Mei 2024
Indonesia
•
05 Jun 2024

Survei sebut kebangkrutan kedai ramen di Jepang akan lampaui angka 100 pada akhir 2024
Indonesia
•
05 Aug 2024

OPEC+ sepakati peningkatan produksi minyak mentah pada Juli 2022
Indonesia
•
03 Jun 2022
Berita Terbaru

Pariwisata jadi kontributor signifikan timbulan sampah di Bali
Indonesia
•
08 Feb 2026

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026

Produsen otomotif China hadirkan lebih banyak NEV di ajang IIMS 2026
Indonesia
•
06 Feb 2026
