Angkatan laut AS blokade Selat Hormuz usai gagal capai kesepakatan dengan Iran

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz di Iran selatan pada 30 April 2019. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)

Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal-kapal yang berupaya memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, setelah perundingan damai dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Ahad (12/4) mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal-kapal yang berupaya memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz, setelah perundingan damai dengan Iran gagal menghasilkan kesepakatan.

"Mulai saat ini, Angkatan Laut AS, yang Terbaik di Dunia, akan memulai proses BLOKADE terhadap semua dan setiap Kapal yang berupaya memasuki, atau meninggalkan, Selat Hormuz," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial Truth Social.

"Saya juga telah memerintahkan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegah setiap kapal di Perairan Internasional yang telah membayar pungutan kepada Iran," lanjut Trump, sambil menambahkan bahwa "tidak seorang pun yang membayar pungutan ilegal akan menjalani pelayaran yang aman di laut lepas."

"Kami juga akan mulai menghancurkan ranjau yang dipasang Iran di Selat tersebut," tambahnya.

Mengenai pembicaraan damai, Trump mengatakan bahwa pertemuan tersebut "berjalan lancar", dengan sebagian besar poin disepakati, tetapi "satu-satunya poin yang benar-benar penting, NUKLIR, tidak disepakati".

Pernyataan Trump tersebut muncul beberapa jam setelah pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Ahad.

 Setelah pernyataan Trump mengenai blokade angkatan laut di Selat Hormuz, Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran memperingatkan pada Ahad yang sama bahwa setiap "langkah yang keliru" di Selat Hormuz akan menjebak musuh-musuhnya dalam "pusaran air yang mematikan".

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait