
Negosiator AS dan Iran sepakati draf gencatan senjata 60 hari

Para demonstran yang membawa poster turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa Hari Buruh (May Day) di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026. (Xinhua/Qiu Chen)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan mengenai nota kesepahaman (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai negosiasi terkait program nuklir Iran, tetapi Presiden AS Donald Trump belum memberikan persetujuan finalnya, demikian dilaporkan media AS Axios pada Kamis (28/5), mengutip pejabat AS dan seorang narasumber regional.
Tim negosiator AS telah menjelaskan kepada Trump mengenai rincian kesepakatan akhir tersebut, tetapi Trump tidak langsung menandatanganinya, kata laporan itu.
"Presiden menyampaikan kepada para mediator bahwa dirinya meminta waktu beberapa hari untuk mempertimbangkannya," kata seorang pejabat AS sebagaimana dikutip laporan Axios.
Iran juga belum mengonfirmasi persetujuannya, meskipun laporan tersebut, dengan mengutip pejabat AS, mengeklaim bahwa tim negosiator Iran mengatakan telah mendapatkan persetujuan yang diperlukan dan siap menandatangani kesepakatan itu.
MoU 60 hari itu akan mensyaratkan agar pengiriman barang yang melintasi Selat Hormuz "tidak dibatasi", papar laporan Axios. Seorang pejabat AS seperti dikutip di dalam laporan itu mengatakan bahwa ini berarti tidak akan ada pungutan biaya dan tidak akan ada penyerangan terhadap kapal-kapal, dan bahwa Iran akan harus menyingkirkan semua ranjau dari Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
Blokade angkatan laut AS terhadap semua pelabuhan Iran juga akan dicabut, tetapi pencabutan itu akan dilakukan sebanding dengan pemulihan pelayaran komersial, kata salah satu pejabat AS. Dia menambahkan Washington juga akan mengeluarkan beberapa pengecualian sanksi agar Teheran dapat menjual minyak secara bebas.
MoU ini akan mencakup komitmen Iran untuk tidak membuat senjata nuklir, kata pejabat AS. MoU ini juga akan menetapkan isu pertama yang dinegosiasikan selama jangka waktu 60 hari adalah bagaimana membuang uranium yang telah sangat diperkaya milik Iran dan bagaimana mengatasi pengayaan uranium Iran.
Gedung Putih akan berkomitmen membahas pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran yang dibekukan sebagai bagian dari negosiasi, urai laporan itu. Laporan tersebut menambahkan MoU ini juga akan mencakup pembahasan mekanisme untuk membantu Iran mulai menerima barang dan bantuan kemanusiaan.
Lebih lanjut, MoU ini juga akan mensyaratkan diakhirinya konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, sebuah isu yang setidaknya pernah sekali membuat Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terlibat dalam diskusi intens, kata laporan tersebut.
"Ini merupakan kesepakatan untuk mengajak semua pihak berunding bersama. Kami akan membahas mengenai detailnya dalam negosiasi ini," kata salah seorang pejabat AS seperti dikutip laporan tersebut.
Trump pada Rabu (27/5) mengatakan bahwa Washington belum puas dengan persyaratan yang sedang dibahas dan tetap siap melanjutkan aksi militer jika tuntutannya tidak dipenuhi.
"Kami tidak puas dengan hasil negosiasi ini, tetapi kami akan puas nanti," kata Trump. "Jika tidak, kami akan tetap harus menuntaskan pekerjaan ini," lanjutnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Bukti baru dari unit perang kuman Jepang yang bersejarah dipublikasikan
Indonesia
•
09 Jul 2024

COVID-19 – Rusia targetkan kekebalan kelompok dicapai dalam 3 bulan
Indonesia
•
26 Nov 2021

Media: Jika menyangkut soal China, Inggris harus pisahkan diri dari AS
Indonesia
•
03 Jan 2023


Berita Terbaru

Khamenei serukan dunia Muslim bersatu: Kenali musuh, pahami siasatnya, lawan!
Indonesia
•
31 Aug 2026

Gletser di 5.200 meter runtuh, longsoran menghantam Xizang di China sejauh 22 km
Indonesia
•
31 Aug 2026

1.734 titik panas terdeteksi di Kalimantan, kabut asap kini selimuti Brunei
Indonesia
•
31 Aug 2026

Danau bendungan di Gyirong China barat daya surut, 19.000 meter persegi air hilang dalam 4 jam
Indonesia
•
31 Aug 2026
