
AS batalkan tarif tambahan 25 persen terhadap baja dan aluminium Kanada

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke Gedung Putih menggunakan Marine One di Washington DC, AS, pada 22 Februari 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Amerika Serikat membatalkan rencananya untuk mengenakan tarif tambahan 25 persen terhadap baja dan aluminium Kanada setelah Provinsi Ontario, Kanada, membatalkan tarif terhadap ekspor listrik ke tiga negara bagian AS.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/3) membatalkan rencananya untuk mengenakan tarif tambahan 25 persen terhadap baja dan aluminium Kanada setelah Provinsi Ontario, Kanada, membatalkan tarif terhadap ekspor listrik ke tiga negara bagian AS."Setelah Presiden Trump mengancam akan menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk membalas dengan tarif tinggi sebesar 50 persen terhadap Kanada, Kepala Pemerintahan Ontario Doug Ford berbicara dengan Menteri Perdagangan AS (Howard) Lutnick untuk menyampaikan bahwa dia membatalkan penerapan tarif 25 persen terhadap ekspor listrik ke AS," ujar Juru Bicara (Jubir) Gedung Putih Kush Desai dalam sebuah pernyataan.Sebelumnya pada Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial bahwa dia akan memberlakukan tarif tambahan 25 persen terhadap baja dan aluminium dari Kanada, menaikkan total tarif menjadi 50 persen, sebagai respons atas tarif ekspor listrik dari Provinsi Ontario, Kanada.Tidak lama setelah itu, Ontario setuju untuk menangguhkan biaya tambahan sebesar 25 persen untuk ekspor listrik ke tiga negara bagian AS.Menurut pernyataan bersama dari Kepala Pemerintahan Ontario Doug Ford dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Ford akan berkunjung ke Washington pada Kamis (13/3) untuk bertemu dengan Lutnick dan mendiskusikan "Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (United States-Mexico-Canada Agreement/USMCA) yang diperbarui menjelang tenggat waktu tarif resiprokal pada 2 April."Sebelumnya, Trump mengumumkan pengenaan tarif umum 25 persen terhadap Kanada dan Meksiko, yang mulai berlaku pada 4 Maret lalu. Namun, hanya berselang dua hari, Trump mengubah keputusannya dan menyesuaikan kebijakan-kebijakan tarif tersebut, membuat pengecualian untuk barang-barang yang memenuhi persyaratan khusus USMCA dari tarif itu, yang berlaku hingga 2 April.Menurut NBC News, seorang pejabat senior dari pemerintah AS memperkirakan bahwa sekitar 38 persen barang yang diimpor dari Kanada ke AS memenuhi syarat untuk pengecualian tersebut.Pada 4 Maret, pemerintah Kanada mengumumkan pihaknya akan menerapkan tarif 25 persen terhadap barang-barang AS senilai 155 miliar dolar Kanada atau setara 107 miliar dolar AS secara bertahap, dengan putaran pertama tarif terhadap barang-barang senilai 30 miliar dolar Kanada sudah diberlakukan.*1 dolar Kanada = 11.398 rupiah**1 dolar AS = 16.430 rupiahMerespons penerapan tarif umum terhadap barang-barang Kanada, pemerintah Ontario di Kanada pada Senin (10/3) secara resmi menerapkan biaya tambahan sebesar 25 persen untuk semua ekspor listrik ke tiga negara bagian AS, yakni Michigan, Minnesota, dan New York.Desai juga menuturkan dalam pernyataannya bahwa sesuai dengan perintah eksekutif Trump sebelumnya, tarif 25 persen terhadap baja dan aluminium "tanpa pengecualian atau pembebasan" akan mulai berlaku bagi semua mitra dagang pada 12 Maret tengah malam.Pada 10 Februari, Trump menandatangani pernyataan untuk menaikkan tarif terhadap aluminium dari 10 persen menjadi 25 persen, menyelaraskannya dengan tarif yang sudah ada untuk baja. Dia juga memutuskan untuk menghapus kuota bebas bea, pembebasan, dan pengecualian untuk tarif baja dan aluminium.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

ADB: Asia-Pasifik masih hadapi berbagai tantangan, namun tetap tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
29 Sep 2024
WSJ: Regulator federal AS selidiki kolapsnya SVB
Indonesia
•
15 Mar 2023

Jumlah investor saham baru bertambah 1 juta SID sepanjang 2021
Indonesia
•
02 Sep 2021

Minyak anjlok di tengah kekhawatiran permintaan China melemah
Indonesia
•
29 Mar 2022


Berita Terbaru

FreeNow hadir di Morowali, investasi China diharapkan gerakkan ekonomi lokal
Indonesia
•
28 Oct 2026

Impor BBM Indonesia dari China bisa melonjak 8 kali lipat, dari 6,6 triliun rupiah jadi 54,45 triliun rupiah
Indonesia
•
28 Oct 2026

Arab Saudi simpan minyak mentah di Jurong Rock Caverns Singapura
Indonesia
•
26 Oct 2026

Danantara buka penjajakan dengan 11 perusahaan China, investasi PLTS dan hilirasasi mineral jadi sorotan
Indonesia
•
27 Oct 2026
