
Fokus Berita – China dan Indonesia rangkul peluang dalam periode penerapan AI yang kian pesat

Foto yang diabadikan pada 29 Maret 2025 ini menunjukkan dua robot humanoid sedang bermain sepak bola di Konferensi Tahunan Forum Zhongguancun 2025 yang digelar di Beijing, ibu kota China. (Xinhua)
AI bisa menjadi bidang penting bagi Indonesia dan China untuk memperluas kerja sama di masa depan, membantu Indonesia memajukan modernisasi dan transformasi digital.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – "Dalam gelombang ledakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), 2025 akan menjadi tahun pertama implementasi penerapan AI berskala besar," kata Kai-Fu Lee, CEO 01.AI sekaligus ketua Sinovation Ventures China, dalam Konferensi Tahunan Forum Zhongguancun 2025 yang baru-baru ini diadakan di Beijing.Saat ini, penelitian dan penerapan teknologi AI memasuki periode yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam aktivitas yang intensif, dan pencapaian-pencapaian besar nan mutakhir terus bermunculan, sehingga memungkinkan pengembangan ekonomi dan sosial yang menyeluruh dan mendalam, serta mendorong terbentuknya produktivitas baru. Demikian menurut seorang pejabat dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China dalam forum tersebut, sebuah pertemuan akbar bagi para pakar dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) frontier di China."Berkat perkembangan AI yang pesat, China menduduki posisi penting di panggung teknologi global, yang akan membawa peluang luar biasa bagi Indonesia," kata Wang Lei, seorang profesor di Fakultas Pemerintahan di Beijing Normal University.Menurut pandangan Wang, AI bisa menjadi bidang penting bagi kedua negara untuk memperluas kerja sama di masa depan, membantu Indonesia memajukan modernisasi dan transformasi digital.China menaruh perhatian yang sangat besar pada pengembangan dan penerapan teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir, dan banyak kota telah menerapkan langkah-langkah untuk memanfaatkan peluang dalam jalur AI. Berbagai penerapannya, seperti model besar AI, robot cerdas, realitas virtual (virtual reality/VR), dan mobil otonomos, sedang mengalami percepatan dalam kehidupan sosial di China, yang mencakup banyak bidang, misalnya pendidikan, perawatan kesehatan, iptek, logistik, pertanian, dan hiburan.
Foto yang diabadikan pada 27 Maret 2025 ini menunjukkan beberapa pengunjung sedang menjajal perangkat pariwisata digital imersif di sebuah pameran yang digelar di Beijing, ibu kota China. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Data sebut perusahaan AS kurangi lebih banyak pekerja
Indonesia
•
20 Jun 2025

Imbas aksi mogok di terminal pelabuhan laut, impor dan ekspor Kanada pada Juli 2023 anjlok
Indonesia
•
07 Sep 2023

Tiket kereta cepat yang hubungkan Hong Kong dan China Daratan mulai dijual
Indonesia
•
13 Jan 2023

Merek EV dan skuter listrik China curi perhatian dalam pameran mobilitas listrik di Kamboja
Indonesia
•
12 Aug 2023


Berita Terbaru

Lepas L8 resmi meluncur di Indonesia, dibanderol Rp589 juta dengan Jarak tempuh hingga 1.300 km
Indonesia
•
28 Jul 2026

Malaysia tinggal selangkah lagi jadi negara berpenghasilan tinggi, ekonomi tumbuh 5,8 persen
Indonesia
•
28 Jul 2026

Indonesia raup 18,62 triliun rupiah dari Panda Bonds perdana, pasar keuangan China kian terbuka
Indonesia
•
28 Jul 2026

Ekonomi ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 4,1 persen pada 2026, didorong AI dan semikonduktor
Indonesia
•
28 Jul 2026
